INDOZONE.ID - Industri game indie kembali diguncang kabar mengejutkan.
Santa Ragione, studio kecil asal Italia yang selama lebih dari 15 tahun dikenal sebagai pembuat game unik dan berani terancam tutup permanen.
Penyebabnya bukan kegagalan proyek atau kurangnya minat pemain, melainkan keputusan membingungkan dari Steam yang melarang game terbaru mereka, Horses, dirilis di platform tersebut.
Ini adalah pukulan yang sangat berat, mengingat Steam menguasai mayoritas pasar game PC.
Baca juga: Dean Hall Kreator DayZ Bikin Gebrakan! Fokus Menyelamatkan Studio RocketWerkz
Studio yang Konsisten Membawa Ide Eksperimental
Santa Ragione bukan studio besar, tapi reputasinya kuat.
Mereka dikenal menghasilkan game dengan pendekatan eksperimental dan tema sosial yang berani.
Beberapa karya yang pernah mendapat pujian termasuk:
- Mirror Moon EP
- Wheels of Aurelia
- Saturnalia
- Mediterranea Inferno
Game-game mereka tidak mengejar genre arus utama, melainkan mencoba menghadirkan pengalaman yang emosional, simbolis, dan memancing refleksi pemain.
Horor Eksperimental yang Menjadi Titik Masalah
Game terbaru mereka, Horses, adalah horor naratif first-person penuh simbolisme.
Berlatar di sebuah peternakan aneh, pemain menjalani 14 hari sebagai pekerja yang harus menghadapi situasi-surreal dan misterius, termasuk keberadaan kuda yang sebenarnya manusia telanjang berkepala topeng.
Game ini mengangkat tema:
- Rasa bersalah
- Represi
- Dinamika kekuasaan
- Bagaimana seseorang terlibat dalam sistem yang menindas
Meski unik, game ini berhasil lolos kurasi dan diterima oleh Epic Games Store, GOG, Humble Store, dan Itch.io tanpa masalah.
Akar Masalah: Steam Menganggap Ada Konten Berpotensi Menyinggung
Masalah dimulai jauh sebelum pengumuman resmi Horses.
Santa Ragione mengirim permohonan untuk membuat halaman Coming Soon di Steam, namun respons Valve sangat lambat.
Pada akhirnya, Steam meminta build lengkap game serta panduan playthrough, sesuatu yang jarang diminta saat proses awal.
Setelah build dikirim, Steam memberi keputusan otomatis, yakni game dilarang, tidak dapat dirilis, dan tidak bisa disubmit ulang.
Steam menilai ada konten yang diduga menggambarkan aktivitas seksual dengan minor meski.
Santa Ragione menegaskan bahwa semua karakter dalam game sudah dewasa, dan tidak ada adegan seksual.
Studio menduga salah satu adegan di versi awal yang kini sudah diubah, mungkin menjadi penyebab, meski konteks adegan tersebut bukan seksual sama sekali.
Yang membuat frustrasi, Valve menolak memberi penjelasan detail maupun kesempatan revisi.
Dampak Finansial: Tidak Ada Steam, Tidak Ada Investor
Steam menolak game berarti:
- Kehilangan akses ke 75 persen pasar PC
- Publisher mundur
- Investor tidak mau mendanai game tanpa rilis di Steam
- Steam menolak memberikan key tambahan untuk proyek sebelumnya.
Santa Ragione akhirnya terpaksa meminjam uang dari teman-teman pribadi untuk menyelesaikan Horses.
Tim inti mereka juga harus mencari pekerjaan lain demi bertahan.
Upaya Banding yang Berujung Buntu
Pietro, co-founder sekaligus produser, mencoba segala cara:
- Menghubungi pihak Steam secara langsung
- Meminta klarifikasi
- Membawa kasus ini ke rekan industri berpengaruh
- Meminta bantuan publisher besar untuk berdialog dengan Valve
Hasilnya selalu sama, tidak ada jawaban jelas dan keputusan tidak berubah.
Baca juga: Studio Bluepoint Game Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Senior Combat Designer, Minat?
Rilis Tetap Berjalan, Tapi Masa Depan Studio Suram
Horses tetap akan dirilis pada 2 Desember dengan harga €4.99 / $4.99, namun tanpa Steam peluang balik modal sangat kecil.
Santa Ragione mengakui bahwa setelah rilis, studio akan mulai melakukan wind-down dan sangat mungkin tutup permanen kecuali terjadi keajaiban penjualan.
Kontroversi pelarangan Horses di Steam bukan sekadar soal satu game yang gagal rilis di satu platform.
Ini menunjukkan betapa rapuhnya ekosistem game indie ketika satu keputusan dari platform besar dapat mengguncang seluruh keberlangsungan studio kreatif.
Santa Ragione telah berkontribusi besar dalam memperluas batas kreativitas game selama 15 tahun terakhir.
Namun kini, masa depan mereka berada di ujung tanduk, bukan karena karya buruk, tetapi karena sistem distribusi yang tidak transparan.
Jika Horses berhasil menembus pasar di platform lain, mungkin ini akan menjadi kisah kebangkitan.
Jika tidak, dunia game akan kehilangan salah satu studio dengan visi paling berani yang pernah ada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net