Sabtu, 01 NOVEMBER 2025 • 18:33 WIB

Alasan Industri Game Sangat Besar dan Bisa Jadi Soft Power Kenalin Budaya Indonesia ke Dunia

Author

Ivan Chen (paling kanan) (Indozone)

INDOZONE.ID - Industri game di Indonesia saat ini jadi potensi besar untuk mengenalkan budaya Indonesia dunia.

Hal ini juga sejalan sama perkembangan teknologi yang buat game jadi salah satu produk kreatif berpengaruh di era digital saat ini.

Ketua Komite Tetap Pengembangan, Pemanfaatan, dan Budidaya KADIN Indonesia Bidang Kebudayaan, Ivan Chen, menyebut bahwa game saat ini berbeda dengan 10 tahun, dimana mobile phone banyak digunakan buat main game. 

Baca juga: Lord of the Rings MMO Batal? PHK Massal 14.000 Karyawan Amazon Picu Spekulasi Besar

“Konten game ini mulai masuk ke HP yang sekarang mungkin 85% dunia punya HP. Dan kalau kita lihat dari sejarah game itu sendiri, di Homoludens, John Wisinga, manusia itu memang permainan itu bagian dari kehidupan kita,” ujarnya.

Nilai Ekonomi yang Besar

Ivan juga negesin bahwa industri game di dunia ini nilai ekonominya mencapai 4 kali lipat. Bahkan di Indonesia itu mencapai 10 kali lipat dari industri film.

“Nah sekarang bagaimana kita manfaatkan industri game ini, yang di dunia itu 4 kali lipat film Di Indonesia 10 kali lipat industri film yang udah 90 tahun. Gimana kita manfaatin ini menjadi ujung tombak dari soft power kita,” katanya.

Baca juga: Desainer Halo Kecam Penggunaan Citra AI Halo oleh Pemerintahan Trump: “Sungguh Menjijikkan dan Tidak Pantas”

“Bayangkan dalam 10 tahun terakhir, industri game udah jadi 123 juta. (1:35) Sementara penonton film kita di nasional ya, itu cuma 20 juta,” sambungnya.

Ivan juga menyebut bahwa ini bisa menjadi ekosistem ekonomi kreatif, karena bisa memanfaatkan nilai budaya untuk jadi macam-macam komoditas. 

“Ekonomi kreatif itu kan satu, bagaimana merubah dari nilai budaya kita menjadi komoditas. Komoditasnya bener-bener macam-macam. Bisa film, bisa apa. Hanya karena di film itu yang populer itu horor. Belum di game itu horor juga laku. Kenapa ngambil dari budayanya,” jelas Ivan.

Baca juga: "Tidak Ada Jalan Pintas untuk Membuat Game Hebat": Embark Studios Jelaskan Penggunaan AI di Arc Raiders

Pengenalan Budaya Lewat Game

Sebagai contoh, Ivan menyebut China yang berhasil manfaatin budaya sebagai komoditas. Hasilnya, mereka bisa mendapatkan pendapatan puluhan triliun. Sebab itu, sangat mungkin untuk kenalin budaya lewat game, seperti China.

“Kayak China, nanti Mas bisa cek ya. Strategi budayanya Cina itu so power apa? Bikin game. Genshin Impact berhasil mencegah kematian dari apa? Chinese Opera. Pendapatannya berapa puluh triliun. Nah, mereka bisa memperkenalkan budaya-budaya mereka lewat game,” jelas Ivan.

Baca juga: 7 Tanda Hp Bekas Sudah Ganti LCD, Waspada!

Melihat negara yang bisa berhasil mengenalkan budaya lewat game, Ivan terus dorong buat budaya Indonesia untuk dikenalin secara global. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang makin masif.

Jadi udah sangat natural sekali kalau kita ngeliat dari budaya kita sendiri,” tegas Ivan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU