Lord of the Rings MMO dari Amazon Diduga Dibatalkan(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Kabar mengejutkan datang dari divisi game Amazon.
Setelah laporan mengenai PHK besar-besaran yang mencapai 14.000 karyawan di seluruh perusahaan, kini muncul dugaan bahwa proyek ambisius Lord of the Rings MMO juga ikut dibatalkan.
Baca juga: Amazon Dikabarkan “Memangkas Besar-Besaran” Divisi Game Setelah PHK 14.000 Karyawan
Awal pekan ini, Bloomberg melaporkan bahwa Amazon melakukan restrukturisasi besar-besaran di unit bisnisnya, termasuk di Amazon Game Studios.
Dalam memo internal yang dibagikan kepada karyawan, Steven Boom, selaku wakil presiden divisi Audio, Twitch, dan Game, menyebutkan bahwa perusahaan memutuskan untuk menghentikan sebagian besar pengembangan game AAA internal, terutama proyek-proyek bergenre MMO (Massively Multiplayer Online).
“Kami mengambil keputusan sulit untuk menghentikan sejumlah proyek besar agar bisa lebih fokus pada strategi jangka panjang,” tulis Boom dalam memo tersebut.
Sayangnya, hingga kini Amazon belum memberikan detail pasti mengenai berapa banyak karyawan yang terdampak di unit game-nya.
Tak lama setelah pengumuman PHK itu, sejumlah karyawan yang terdampak mulai membagikan kabar perpisahan mereka melalui media sosial.
Dari sana, muncul dugaan bahwa dua proyek besar, yakni New World dan Lord of the Rings MMO menjadi korban dari kebijakan baru ini.
Salah satu indikasi kuat datang dari Ashleigh Amrine, mantan Senior Gameplay Engineer di Amazon Games.
“Pagi ini aku termasuk dalam daftar karyawan yang terkena PHK, bersama rekan-rekan luar biasa di tim New World dan proyek Lord of the Rings kami yang baru tumbuh (kalian pasti akan menyukainya, sayang sekali tidak sempat rilis)," tulis Ashleigh Amrine di LinkedIn-nya.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa proyek Lord of the Rings MMO kemungkinan besar dibatalkan, bahkan sebelum sempat diperlihatkan ke publik.
Menariknya, ini bukan pertama kalinya Amazon gagal dalam proyek MMO bertema Lord of the Rings.
Sebelumnya, pada tahun 2019, perusahaan juga sempat mengumumkan proyek serupa namun dihentikan akibat konflik internal dengan Tencent, mitra pengembang asal Tiongkok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net