INDOZONE.ID - Kecerdasan buatan telah merasuk ke hampir semua sendi kehidupan. Dunia game pun tak luput dari paparannya.
CEO Razer, Min-Liang Tan, tak menampiknya. Banyak hal yang berubah di industri game sejak Kecerdasan buatan berkembang pesat.
Pengembang game kini bisa memanfaatkan AI. Ia mengutarakan prediksinya.
"Kita berbicara mengenai suatu hal baru, game yang dibangun dengan AI, Mungkin kita akan melihat ada satu atau dua game menonjol," katanya kepada CNBC.
Baca juga: Server Arc Raiders Down, Tak Kuat Menampung 130.000 Pemain Sekaligus
Selama ini game dikembangan oleh sebuah tim dan investasi berskala besar. Dengan AI, dalam pandangan Tan, tim yang dibutuhkan akan lebih kecil.
Tapi, ia menegaskan peran manusia tidak akan terancam. AI hanya akan mengurangi beban kerja yang dianggap "membosankan."
"Kreativitas manusia akan tetap dibutuhkan," tukas Tan.
AI dapat mengambil peran untuk mendeteksi dan memperbaiki bugs ketika game dikembangkan.
Secara tradisional, bugs diidentifikasi satu per satu saat games testing. Sekumpulan orang akan bermain di dalam sebuah ruangan untuk mencoba permainan.
Para pemain nantinya akan membuat menginventarisasi masalah yang ditemuinya dalam game. Proses tersebut merupakan bagian dari tahap quality assurace.
″Proses ini mengambil porsi 20-30 persen biaya pengembangan game,” kata Tan. AI akan membuat proses tersebut lebih efektif dan produktif.
Industri game punya peran signifikan dalam dunia kreatif. Terdapat 3,6 miliar pemain di seluruh dunia. Berdasarkan firma riset Newzoo, penghasilan sektor itu mencapai 189 miliar dollar Amerika.
Tan juga melihat kecenderungan di kalangan gamers. Mereka, menurutnya, tidak akan menggunakan AI saat bermain.
Tapi muncul ketertarikan menggunakan AI untuk membantu dalam latihan. AI dapat membantu kelahiran bintang-bintang gamer baru.
Lalu apakah AI bisa mengembangkan game sendiri? Perdebatannya akan sangat panjang.
Strauss Zelnick, CEO Take-Two Interactive, yang mengembangkan Grand Theft Auto, menilai AI tidak bisa bersaing dengan manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cnbc.com