Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 12:20 WIB

Riset: Tak Lagi Terpisah, 95% Orang Tua Nilai Main Fisik dan Digital Seimbang Penting untuk Anak

Author

Ilustrasi orang tua menemani anak bermain game. (Lego)

INDOZONE.ID - Sebuah riset global terbaru dari LEGO Group mengungkap bahwa batas antara permainan fisik dan digital kini semakin kabur dalam kehidupan keluarga modern. Sebanyak 95 persen orang tua yang disurvei menyatakan bahwa keseimbangan antara bermain fisik dan digital, penting untuk mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak.

Riset yang melibatkan lebih dari 17.000 orang tua di 17 negara ini, menemukan bahwa sebagian besar keluarga kini telah memadukan kedua bentuk permainan dalam aktivitas sehari-hari mereka.

“Lebih dari tiga perempat responden (76%) mengaku sering memadukan kedua bentuk permainan tersebut. Temuan ini menegaskan realitas baru: konsep seamless play atau bermain tanpa batas kini menjadi bagian penting dari waktu kebersamaan keluarga,” tulis laporan tersebut.

Permainan Fisik dan Digital Sama-sama Berperan Penting

LEGO menemukan bahwa para orang tua kini semakin sadar akan manfaat ganda dari kedua bentuk permainan tersebut.

Baca juga: Dari MEOW-X hingga iGame Ultra, Dunia Gaming Naik Level di Asia Tenggara

Permainan fisik dinilai membantu anak mengembangkan komunikasi dan kreativitas (61%),

Sementara permainan digital dianggap melatih berpikir strategis (62%), pemecahan masalah (52%), dan kreativitas (53%).

Dengan pemahaman ini, banyak keluarga kini menggunakan permainan digital sebagai sarana membangun koneksi sosial yang positif.

“Permainan digital kini terbukti menjadi ruang yang kuat untuk menciptakan koneksi—bukan hanya di antara teman, tetapi juga di dalam keluarga,” ujar Fredrik Loving, SVP and Global Head of GAME LEGO Group, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

“Kami senang melihat semakin banyak orang tua yang memanfaatkan gaming sebagai cara untuk mempererat ikatan keluarga.”

LEGO Group memperluas dunia bermainnya melalui berbagai inovasi digital yang memadukan fisik dan virtual, seperti:

LEGO® Voyagers, gim kolaboratif dua pemain yang memungkinkan anak dan keluarga berkreasi dalam lingkungan interaktif yang aman.

LEGO Fortnite® Odyssey dan LEGO Fortnite® Brick Life, yang menghadirkan pengalaman co-op menyenangkan antara dunia digital dan fisik.

Baca juga: Riset Baru: Main Game AR dan VR Ternyata Bisa Bikin Mental Lebih Happy

Menurut Loving, perusahaannya berambisi adalah untuk terus menghadirkan pengalaman bermain tanpa batas bagi anak-anak, keluarga, dan kreator di seluruh dunia.

Gaming Jadi Ruang Sosial Baru bagi Anak

Meski 62 persen orang tua masih mengkhawatirkan waktu layar, riset LEGO menunjukkan pergeseran pandangan terhadap sisi positif gaming.

55 persen percaya permainan digital membantu anak mereka terhubung dengan teman sebaya,

51 persen menilai gaming membantu mempertahankan atau membangun pertemanan baru,

dan 26 persen melaporkan anak mereka mendapat teman baru sepenuhnya melalui permainan daring.

Riset ini juga bertepatan dengan peringatan 30 tahun perjalanan LEGO Group di dunia video game, yang dimulai dengan LEGO Island (1997) dan berlanjut ke berbagai judul ikonik seperti LEGO Racers (1999), LEGO Star Wars™ – The Videogame (2005), hingga LEGO Star Wars™: The Skywalker Saga (2022).

Selain itu, dunia gim juga menginspirasi lini produk fisik LEGO, seperti LEGO Super Mario™, LEGO Fortnite®, LEGO Minecraft®, LEGO Animal Crossing™, dan LEGO Sonic the Hedgehog™, yang menghadirkan karakter favorit ke dalam bentuk fisik melalui LEGO bricks.

Dengan terus berinovasi di persimpangan antara permainan fisik dan digital, LEGO Group tidak hanya menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, tetapi juga membentuk masa depan bermain generasi berikutnya, yaitu para pembangun, pendongeng, dan pemecah masalah masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU