INDOZONE.ID - Hanya tinggal dua minggu menjelang perilisan, Call of Duty: Black Ops 7 ternyata belum juga menembus daftar 150 game paling diinginkan di Steam.
Saat ini, game terbaru dari franchise legendaris tersebut menempati posisi ke-173, tertinggal jauh di belakang Killer Bean Game yang berada di urutan ke-73 dan remake Gothic di posisi ke-17.
Bahkan, game kocak seperti Palworld Dating Sim pun memiliki lebih banyak wishlist di platform tersebut. Pertanyaannya: apakah ini pertanda buruk bagi Activision dan Treyarch?
Baca juga: Eks Bos Call of Duty Curhat Kekhawatiran Besar Soal Nasib Seri Ini di Tangan Microsoft
Persaingan FPS Semakin Panas
Satu hal yang jelas — Call of Duty kini menghadapi kompetisi yang jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Lawan utama yang paling menonjol tentu saja Battlefield 6, yang saat ini tengah mencuri perhatian gamer global.
Seri terbaru besutan EA tersebut dianggap sebagai kebangkitan besar bagi franchise Battlefield, bahkan melampaui performa semua seri sebelumnya dalam 10 tahun terakhir.
Tak hanya itu, Battlefield 6 juga berani menyindir Call of Duty secara terbuka, dengan menonjolkan gaya perang modern yang realistis dan meninggalkan tren “selebriti dan gimmick” yang belakangan sering muncul di CoD.
Strategi Baru Treyarch dan Activision
Sebagai respons terhadap tren ini, Black Ops 7 tampaknya mulai melakukan perubahan signifikan. Treyarch mulai mengurangi kosmetik mencolok yang sering dikritik pemain, dan kini membatasi item-item bergaya “gaudy” hanya untuk Warzone.
Sementara itu, mode multiplayer utama dikembalikan ke nuansa realistis khas Black Ops. Apakah perubahan ini muncul karena tekanan dari Battlefield dan kompetitor lain? Mungkin saja.
Namun yang pasti, langkah ini menunjukkan bahwa Activision mulai menyesuaikan diri dengan arah baru industri FPS yang kini menuntut lebih banyak keaslian dan atmosfer militer yang serius.
Mengapa Black Ops 7 Sepi Wishlist di Steam?
Kendati begitu, posisi rendah Black Ops 7 di wishlist Steam tidak selalu berarti buruk. Ada beberapa alasan logis di balik angka tersebut.
Pertama, antara tahun 2018 hingga 2022, Activision menjual seri Call of Duty eksklusif melalui Battle.net — platform milik Blizzard.
Banyak pemain PC akhirnya terbiasa membeli game CoD di sana, bukan di Steam. Jadi, sebagian besar komunitas PC mungkin masih menganggap Battle.net sebagai rumah utama bagi seri ini.
Kedua, Black Ops 7 juga akan dirilis di Microsoft Store dan tersedia gratis di Game Pass pada hari pertama peluncuran.
Kebijakan ini tentu membuat banyak gamer tidak perlu melakukan pre-order atau wishlist di Steam. Mereka cukup menunggu rilis resmi melalui langganan Game Pass — sesuatu yang sangat populer di kalangan pemain PC dan Xbox.
Pengaruh Platform dan Basis Pemain
Data dari persidangan FTC vs Microsoft juga memperkuat hal ini. Mantan CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick, pernah menyebut bahwa hanya sekitar 25% pemain aktif harian Call of Duty berasal dari PC, sementara sisanya bermain di konsol dan perangkat mobile.
Dari angka tersebut, lebih dari 50% bahkan berasal dari Call of Duty: Mobile. Artinya, Steam bukanlah tolok ukur utama bagi performa seri Call of Duty.
Basis pemain terbesar franchise ini tetap berada di platform konsol seperti PlayStation dan Xbox, serta mobile gaming yang kini semakin mendominasi.
Tetap Akan Laku Keras?
Melihat sejarah dan kekuatan brand-nya, Call of Duty: Black Ops 7 hampir pasti masih akan mencatat penjualan tinggi saat rilis nanti.
Namun, posisi rendah di wishlist Steam bisa menjadi sinyal kecil bahwa dominasi Call of Duty di ranah FPS mulai teruji kembali.
Tahun ini, genre shooter tampak lebih berwarna dan kompetitif dari sebelumnya — dengan Battlefield 6, Arc Raiders, hingga Marathon yang mulai menarik perhatian gamer hardcore.
Awal dari Perubahan?
Mungkin bukan tanda bahaya besar, tapi ini jelas sebuah pengingat bagi Activision. Setelah bertahun-tahun menduduki tahta FPS tanpa banyak tantangan, Call of Duty kini harus menghadapi kenyataan baru: pemain mulai mencari pengalaman yang lebih segar dan orisinal.
Apakah Black Ops 7 mampu mempertahankan dominasi dan mengembalikan kejayaan CoD di mata gamer PC? Ataukah Battlefield 6 dan kompetitor lain akhirnya berhasil mengguncang singgasana FPS yang selama ini tak tergoyahkan?
Kita akan tahu jawabannya begitu game ini resmi dirilis dalam dua minggu mendatang.
Baca juga: Call of Duty: Black Ops 7 vs Battlefield 6: Siapa yang Akan Jadi Raja FPS Tahun Ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net