Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 11:30 WIB

Eks Bos Call of Duty Curhat Kekhawatiran Besar Soal Nasib Seri Ini di Tangan Microsoft

Author

Mantan Bos Call of Duty Ungkap Kekhawatiran Besar(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Glen Schofield, mantan pemimpin utama di balik seri Call of Duty, mengaku sangat khawatir dengan arah masa depan franchise FPS legendaris tersebut setelah berada di bawah naungan Microsoft.

Dalam wawancara eksklusif bersama VGC, Schofield menyampaikan bahwa ia merasa Call of Duty kini kehilangan identitas dan jiwa yang dulu membuatnya istimewa.

Baca juga: Call of Duty: Black Ops 7 vs Battlefield 6: Siapa yang Akan Jadi Raja FPS Tahun Ini?

Sejak Aku Pergi, Game-nya Sudah Tak Sebagus Dulu

Schofield juga menyoroti penurunan kualitas seri Call of Duty dalam beberapa tahun terakhir. Ia bahkan secara blak-blakan menyebut bahwa kualitas game mulai menurun setelah dirinya meninggalkan Sledgehammer Games.

“Aku benci harus mengatakan ini, tapi sejak aku keluar dari Sledgehammer, game-game Call of Duty memang tidak sebagus dulu. Contohnya Modern Warfare (2023), nilainya cuma sekitar 50-an. Mereka masih laku, tentu saja, tapi dari segi kualitas? Tidak sama," ungkapnya.

Menurutnya, hilangnya sosok-sosok penting di balik layar turut berperan besar.

“Aku selalu bertanya-tanya, ‘Kenapa kalian keluarkan orang-orang penting itu?’, karena jarang sekali keputusan seperti itu berhasil,” tambahnya.

Dulu Masa Kejayaan Call of Duty

Schofield juga mengenang masa keemasannya saat mengerjakan Modern Warfare 3 (2011), yang saat itu sukses besar dan bahkan memenangkan penghargaan Action Game of the Year.

“Itu adalah masa kejayaan. Aku merasa beruntung bisa ada di puncak karierku saat EA dan Activision berada di masa terbaiknya,” ujar Schofield.

Namun, kini ia merasa seri Call of Duty sudah kehilangan daya magis yang sama.

“Sekarang kamu tidak lagi melihat Call of Duty memenangkan penghargaan seperti dulu,” tuturnya.

Baca juga: Call of Duty Tercipta Karena “EA Bersikap Kasar”, Ungkap Bos Battlefield Vince Zampella

Perjalanan Setelah Call of Duty: dari Dead Space ke Callisto Protocol

Setelah meninggalkan Activision, Schofield bergabung dengan Krafton pada tahun 2019 dan mendirikan Striking Distance Studios.

Di sana, ia melahirkan The Callisto Protocol, game horor sci-fi yang disebut sebagai penerus spiritual Dead Space, seri lain yang juga pernah ia garap di masa lalu.

Sayangnya, game tersebut gagal mencapai target penjualan dan menerima ulasan yang beragam.

Schofield akhirnya mundur secara sukarela pada akhir 2023, setelah proyek tersebut tak berjalan sesuai harapan.

Kekhawatiran Glen Schofield cukup beralasan. Setelah akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft, muncul banyak spekulasi bahwa kebebasan kreatif studio pengembang Call of Duty akan semakin terbatas.

Beberapa fans bahkan menilai bahwa seri terbaru, Black Ops 7, terasa kehilangan sentuhan khas yang dulu membuat waralaba ini istimewa.

Dengan pengalaman panjangnya di industri game, Schofield tampaknya masih peduli terhadap warisan yang pernah ia bangun dan berharap Microsoft tidak mengulang kesalahan yang membuat banyak franchise besar lain kehilangan arah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU