Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 13:15 WIB

Destiny 2 Alami Penurunan Pemain Terparah Sejak 2018, Akhir dari Forever Game Bungie?

Author

Destiny 2 Alami Penurunan Pemain Terparah Sejak 2018(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Game legendaris besutan Bungie, Destiny 2, tengah menghadapi masa-masa sulit yang belum pernah terjadi sejak peluncurannya lebih dari satu dekade lalu.

Setelah berbagai kontroversi, keputusan desain yang tidak populer, dan sistem konten baru bernama Portal yang justru membuat pemain kecewa, banyak yang mulai bertanya-tanya: apakah ini akhir dari Destiny 2?

Baca juga: Game Destiny 2 Diduga Curang, Battleye Bakalan Gagal?

Destiny 2 Hadapi Krisis Terbesar Sejak Era Curse of Osiris

Moral pemain kini berada di titik terendah. Peluncuran sistem Portal yang dimaksudkan untuk menggantikan model konten musiman, justru dianggap gagal total.

Ditambah lagi dengan sistem kekuatan dan loot yang memakan waktu, banyak pemain merasa lelah dan kehilangan motivasi untuk terus bermain.

Data Baru Ungkap Penurunan Pemain yang Mengkhawatirkan

Baru-baru ini, sebuah alat analisis baru bernama Popularity.report, yang dikembangkan oleh komunitas penggemar Destiny, memungkinkan pemain melihat data jumlah pemain secara lebih detail dari sebelumnya.

Jika dulu data hanya mengandalkan SteamDB  yang terbatas pada pemain PC di platform Steam, kini informasi yang ditampilkan jauh lebih lengkap dan menyeluruh.

Hasilnya? Kondisi Destiny 2 benar-benar memprihatinkan.

Berdasarkan laporan tersebut, jumlah pemain aktif kini mencapai titik terendah dalam sejarah game ini, bahkan lebih buruk dibandingkan masa kelam Curse of Osiris pada tahun 2018.

Saat itu, komunitas sempat memberontak karena jalan cerita yang singkat, area permainan yang repetitif, serta endgame yang dianggap lemah dan membosankan.

Ironisnya, delapan tahun kemudian, masalah yang sama muncul kembali.

Pemain kini kembali mengeluhkan cerita yang tidak memuaskan, aktivitas yang terasa diulang-ulang, serta meta permainan yang membingungkan dan tidak menarik.

Bungie Pernah Hampir Menutup Destiny 2

Kondisi ini mengingatkan pada masa krisis yang pernah dialami Bungie pada awal 2018.

Dalam sebuah presentasi di Game Developers Conference (GDC), mantan manajer umum Destiny 2, Justin Truman, mengungkapkan bahwa studio sempat berada di ambang kehancuran total.

Kala itu, Bungie berhasil bangkit dengan memperbaiki sistem progresi, memperkaya konten, dan mendengarkan masukan komunitas.

Namun kini, tujuh tahun kemudian, mereka kembali menghadapi krisis serupa  bahkan lebih kompleks di era layanan live-service yang semakin kompetitif.

Penurunan yang Mengulang Sejarah

Menariknya, situasi Destiny 2 kini sangat mirip dengan masa Curse of Osiris.

Pemain merasa bosan dengan pola permainan yang monoton, endgame yang tidak menantang, dan keputusan pengembang yang tidak berpihak pada komunitas.

Selain itu, pengunduran diri mantan CEO Bungie, Pete Parsons, pada Agustus lalu setelah serangkaian kontroversi internal semakin memperburuk citra perusahaan.

Banyak pemain dan pengamat industri menilai bahwa Bungie tampak kehilangan arah dalam mempertahankan identitas Destiny sebagai “forever game.”

Baca juga: Destiny 2: Edge of Fate Hadirkan Nostalgia Lewat Musik Menu Utama Klasik

Masa Depan Destiny 2 di Tangan Update “Renegades”

Meski situasinya terlihat suram, Bungie belum menyerah. Studio ini tengah menyiapkan update besar bertajuk Renegades yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini.

Pembaruan tersebut digadang-gadang akan menghidupkan kembali minat pemain lama dan memberikan arah baru bagi dunia Destiny 2.

Namun, apakah update ini cukup untuk menyelamatkan game dari kehancuran? Hanya waktu dan respon komunitas yang akan menjawab.

Akankah Bungie Bisa Bangkit Sekali Lagi?

Dengan jumlah pemain yang terus menurun dan kepercayaan komunitas yang goyah, Destiny 2 kini berada di titik kritis dalam sejarahnya.

Bungie pernah selamat dari masa krisis serupa tujuh tahun lalu  tapi kali ini, tantangannya jauh lebih besar.

Jika Renegades gagal mengembalikan semangat para pemain, maka mungkin saja Destiny 2 benar-benar akan menutup lembaran terakhirnya sebagai “game selamanya” yang tak lagi abadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU