INDOZONE.ID - Andrzej Sapkowski, penulis novel The Witcher, kembali menjadi sorotan setelah mengungkap bahwa salah satu poin penting dalam seri video game ternyata berasal dari kesalahan kecil di bukunya.
Menariknya, kesalahan itu justru dipegang erat oleh pengembang game dan berkembang menjadi elemen penting dalam dunia The Witcher.
Hal ini disampaikan Sapkowski dalam sebuah sesi AMA di Reddit.
Saat ditanya tentang pendapatnya mengenai tambahan Witcher schools di dalam game, ia menjelaskan:
"Meski begitu, kalimat tunggal itu sudah cukup bagi para pengembang game untuk memperluas lore. CD Projekt Red kemudian menghadirkan berbagai sekolah Witcher, mulai dari Wolf, Cat, Bear, hingga Viper."
Sapkowski menilai hal tersebut sebenarnya tidak perlu, namun ia mengakui ide itu kini telah lekat di benak para gamer.
Baca juga: Kisah Sukses Phasmophobia: Hampir Gagal, Diselamatkan oleh Inspirasi dari The Witcher 3
Masa Depan Lore Witcher di Buku
Sapkowski mengaku belum memutuskan bagaimana menyikapi hal ini.
Ia mempertimbangkan untuk menghapus kalimat tersebut di edisi cetak berikutnya atau justru mengembangkannya lebih jauh dalam buku mendatang.
Ada kemungkinan ia akan menjelaskan lebih detail mengenai medali Witcher, makna simbolnya, serta hubungannya dengan individu tertentu.
Implikasi untuk The Witcher 4
Konsep Witcher schools kini bahkan tampak menjadi inti dari The Witcher 4.
CD Projekt Red sebelumnya merilis teaser berupa medali berbentuk lynx, yang membuat fans berspekulasi game ini akan fokus pada Ciri serta kemunculan School of the Lynx.
Kritik terhadap Adaptasi
Selain soal sekolah Witcher, Sapkowski juga menyampaikan pandangannya mengenai adaptasi karya.
Baik dalam bentuk game maupun serial Netflix, ia menyebut adaptasi secara hakikat selalu berada di bawah karya asli.
Bagi Sapkowski, novel berdiri sendiri, begitu juga dengan adaptasi.
Tidak ada ketergantungan antara keduanya, dan menurutnya kehilangan makna selalu terjadi ketika tulisan diubah menjadi gambar.
Fakta Tambahan
Dalam AMA tersebut, Sapkowski juga menyebut dirinya jarang mendengarkan lagu “Toss a Coin to Your Witcher” karena ia tidak terlalu terpengaruh oleh musik.
Sementara ketika ditanya soal dinosaurus favorit, ia menjawab Pterodactyl.
Adapun CD Projekt Red sempat menampilkan demo teknologi The Witcher 4 dalam acara State of Unreal awal tahun ini.
Namun, studio menegaskan bahwa itu hanya sekadar demo dan belum tentu menggambarkan bentuk akhir game.
Dengan pernyataan terbaru Sapkowski ini, tampaknya perjalanan The Witcher di dunia sastra dan video game akan terus menjadi topik hangat antara kesetiaan pada karya asli dan kebebasan adaptasi yang sering mengambil jalannya sendiri.
Baca juga: The Witcher 4 Akan Berlatar di Kovir, Wilayah Utara Penuh Salju dan Naga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com