INDOZONE.ID - Dulu, perang konsol sangat identik dengan game eksklusif. PlayStation, Xbox, dan Nintendo bersaing lewat judul-judul yang hanya bisa dimainkan di platform mereka,
Namun, kini tembok eksklusivitas itu mulai runtuh. PlayStation dan Xbox semakin terbuka dengan perilisan lintas platform, sementara Nintendo masih teguh mempertahankan ekosistemnya sendiri dengan Switch 2 yang masih laku keras.
Menariknya, langkah awal justru datang dari PlayStation,pada tahun 2021, MLB The Show 21 menjadi game eksklusif pertama yang hadir di konsol pesaing.
Keputusan ini bukan semata strategi bisnis, melainkan karena tuntutan dari MLB.
Namun, sejak saat itu, tren game lintas platform terus berkembang dan menghasilkan kesuksesan besar.
Baca juga: 4 Game Eksklusif PlayStation Bisa Diakses, Sony Hapus Pembatasan Penjualannya di PC
Sukses Besar Setelah Lintas Platform
Salah satu contoh paling mencolok adalah Sea of Thieves. Game bajak laut buatan Xbox ini awalnya tidak mendapat ulasan positif saat rilis di Xbox One.
Namun, ketika akhirnya mendarat di PlayStation 5 pada 2024, game ini langsung meledak dengan penjualan lebih dari 1 juta kopi hanya dalam empat bulan.
Kesuksesan serupa juga terjadi pada Forza Horizon 5. Game balapan ini sudah populer sejak awal rilis di Xbox, tapi kehadirannya di PS5 justru semakin memperluas basis penggemar.
Dengan skor 92 di Metacritic, Forza Horizon 5 berhasil terjual lebih dari 3 juta kopi di PS5, bahkan menjadi game terlaris mengalahkan Monster Hunter Wilds, Assassin’s Creed Shadows, hingga Elden Ring Nightreign.
Tukar Eksklusif Antara Xbox dan PlayStation
Fenomena ini berlanjut dengan pertukaran eksklusif tidak resmi. Gears of War: Reloaded akhirnya hadir di PlayStation, sementara Helldivers 2 masuk ke Xbox.
Hasilnya mengejutkan, Helldivers 2 berhasil menjual hampir 1 juta kopi di Xbox hanya dalam enam hari pertama, melampaui performa awalnya di PlayStation.
Baca juga: ROG Ally X Resmi Meluncur, Xbox Pamer Game Eksklusif di Showcase 2025
Faktor Kualitas dan Waktu
Kesuksesan mantan game eksklusif ini tidak hanya bergantung pada popularitas, tetapi juga kualitas.
Selain itu, jeda waktu antara rilis awal dan perilisan lintas platform memberi kesempatan developer memperbaiki bug, menambah konten, dan menghadirkan pengalaman bermain yang lebih matang.
Tren Masa Depan Game Lintas Platform
Fenomena ini menunjukkan bahwa gamer pada akhirnya hanya ingin memainkan game yang bagus, tanpa peduli konsol apa yang digunakan.
Selama developer terus merilis judul berkualitas di berbagai platform, tren positif ini akan terus berlanjut dan memperluas industri gaming ke arah yang lebih inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com