INDOZONE.ID - Pete Parsons, CEO Bungie yang sudah lebih dari dua dekade memimpin studio, akhirnya resmi mengundurkan diri.
Keputusan ini datang setelah bertahun-tahun kritik dari karyawan, komunitas, hingga gelombang PHK massal yang mengguncang reputasi Bungie. Dalam pernyataannya, Parsons mengatakan dirinya “memutuskan untuk menyerahkan tongkat estafet.”
Namun, bagi banyak fans dan karyawan, kalimat itu terdengar ironis, mengingat studio yang ia pimpin dianggap sudah lama “terbakar.”
Kini, posisi CEO akan digantikan oleh Justin Truman, sosok yang sudah 15 tahun bekerja di Bungie melalui seri Destiny dan proyek ambisius terbaru, Marathon.
Baca juga: GPT-4o Kembali ke ChatGPT: OpenAI Mundur Setelah Terima Kritik Pengguna
Perjalanan Pete Parsons di Bungie
Parsons mulai memimpin Bungie sejak 2015 dengan visi menjadikan studio ini sebagai pengembang game yang mampu melahirkan karya ikonik lintas generasi.
Di bawah kepemimpinannya, Bungie:
- Membawa Destiny ke babak baru sebagai game live-service.
- Mengembangkan organisasi independen yang bisa merilis game sendiri.
- Bergabung dengan keluarga besar Sony Interactive Entertainment lewat akuisisi senilai $3,6 miliar pada 2022.
Namun, di balik capaian tersebut, Parsons juga meninggalkan catatan kelam berupa ratusan PHK, tudingan manajemen buruk, hingga isu lingkungan kerja toksik.
Kritik Terhadap Kepemimpinan Parsons
Beberapa hal yang membuat Parsons banyak disorot antara lain:
PHK Massal
Setelah akuisisi Sony, Bungie mem-PHK sekitar 100 orang (8%) staf pada 2023, lalu disusul dengan 220 orang (17%) di tahun berikutnya. Total, hampir seperempat karyawan Bungie kehilangan pekerjaan hanya dalam waktu 9 bulan.
Manajemen yang Dianggap Arogan
Banyak karyawan menyebut pihak manajemen bersikap dingin, bahkan sinis terhadap kesedihan para pekerja yang di-PHK.
Koleksi Mobil Mewah
Di saat studio melakukan pemangkasan besar-besaran, Parsons dikritik karena menghabiskan jutaan dolar untuk membeli mobil klasik. Hal ini dianggap sebagai simbol ketidakpedulian terhadap nasib karyawan.
Kasus Toksisitas di Lingkungan Kerja
Pada 2021, laporan internal menyingkap adanya budaya kerja yang penuh seksisme di Bungie. Parsons sempat meminta maaf secara terbuka, mengakui kesalahan perusahaan.
Kritik dari Fans dan Mantan Karyawan
Bukan hanya karyawan, komunitas Destiny juga menuntut adanya perubahan kepemimpinan.
- MyNameIsByf (Lore Daddy), kreator konten Destiny terkenal, menyebut manajemen Bungie sebagai “masalah utama” dan menuntut perubahan segera.
- Mantan staf seperti Griffin Bennet dan Liana Ruppert bahkan secara terbuka meminta Parsons mundur, menyebut kepemimpinannya sebagai lelucon.
Tongkat Estafet ke Justin Truman
Kini, posisi CEO resmi diserahkan kepada Justin Truman. Dalam pernyataannya, Parsons menyebut Truman sebagai sosok penuh semangat dan berdedikasi pada game, tim, dan komunitas.
Truman sendiri mengakui bahwa Bungie pernah melakukan banyak kesalahan, khususnya saat awal peluncuran Destiny 2. Namun ia berjanji akan mendengarkan komunitas lebih baik dan bekerja lebih transparan bersama tim.
Masa Depan Bungie
Saat ini Bungie masih melanjutkan pengembangan Destiny 2 dan proyek besar Marathon. Sayangnya, Marathon yang sempat diperlihatkan gameplay-nya pada April lalu kini ditunda tanpa batas waktu setelah mendapat kritik keras dari komunitas.
Dengan perubahan kepemimpinan ini, banyak yang berharap Bungie bisa memperbaiki moral karyawan, mengembalikan kepercayaan fans, dan keluar dari krisis manajemen yang menghantui dalam beberapa tahun terakhir.
Kepergian Pete Parsons menandai akhir dari era penuh kontroversi di Bungie. Dari PHK besar-besaran, kritik fans, hingga isu lingkungan kerja toksik, Parsons meninggalkan jejak yang sulit dilupakan.
Kini, semua mata tertuju pada Justin Truman. Apakah ia mampu membawa Bungie kembali ke jalur yang benar, atau justru mengulang kesalahan yang sama?
Buat kamu yang mengikuti perkembangan Destiny dan Marathon, langkah ini bisa jadi awal perubahan besar atau sekadar bab baru dari drama panjang di Bungie.
Baca juga: Gregg Mayles Tinggalkan Rare Setelah 35 Tahun, Everwild Dibatalkan, Louise O'Connor Juga Mundur
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net