Sabtu, 23 AGUSTUS 2025 • 16:20 WIB

Review Metal Gear Solid Delta: Snake Eater, Mengulang Kisah Klasik dengan Sensasi Baru

Author

Metal Gear Solid Delta: Snake Eater(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Metal Gear Solid Delta: Snake Eater akhirnya hadir sebagai remake penuh dari salah satu game stealth terbaik sepanjang masa.

Diluncurkan oleh Konami bersama Virtuos, game ini dibangun menggunakan Unreal Engine 5 dan siap rilis pada 26 Agustus 2025 di PC (Steam), PS5, dan Xbox Series X/S.

Sebagai penggemar lama, banyak yang sempat khawatir remake ini hanya akan jadi proyek nostalgia tanpa jiwa.

Namun hasil akhirnya justru membuktikan sebaliknya: Delta berhasil menghidupkan kembali kejayaan Metal Gear Solid 3 dengan penuh rasa hormat.

Baca juga:  Review Remaster Heretic + Hexen: Perjalanan Nostalgia FPS Klasik yang Penuh Kejutan

Warisan Metal Gear Solid 3 yang Tetap Utuh

Sejak dirilis pertama kali di PS2 pada 2004, Metal Gear Solid 3: Snake Eater dianggap puncak dari seri Metal Gear.

Unsur aksi, intrik politik era Perang Dingin, hingga keanehan khas Hideo Kojima, semuanya berpadu menjadi pengalaman unik.

Hal yang membuat game ini begitu spesial adalah detail kecil dan kebebasan bereksperimen.

Misalnya:

  • Menghancurkan gudang makanan agar musuh kelaparan.
  • Memberi mereka katak beracun untuk dimakan.
  • Menembak helikopter di awal misi agar jalur di area berikutnya berubah total.
  • Menggunakan pil pura-pura mati untuk lolos dari patroli.

Bahkan, menunggu bos musuh mati karena usia jika kamu cukup sabar.

Semua keunikan tersebut tetap dipertahankan di Delta, menjadikannya lebih dari sekadar remake – melainkan preservasi sebuah mahakarya. 

Peningkatan Visual dan Mekanika Modern

Dengan Unreal Engine 5, Delta terlihat memukau. Dari lumpur yang menempel di pakaian Snake hingga detail lingkungan hutan Rusia, semuanya terasa hidup.

Beberapa peningkatan gameplay juga membuat pengalaman lebih mulus:

  • Pergantian camo lebih cepat, tanpa perlu terlalu sering masuk menu.
  • Gerakan menempel ke dinding lebih responsif, mengurangi kekakuan versi lama.
  • Efek visual baru seperti camo berlumpur memberi sensasi ekstra saat bersembunyi.

Namun, kontrol baru yang lebih modern juga punya sisi negatif.

Pertarungan dengan bos terasa lebih mudah karena kamu bisa menembak sambil bergerak bebas.

Untungnya, kamu tetap bisa memilih kontrol klasik untuk pengalaman otentik.

Baca juga: Review 'The Echoes of Survivors', Serial Dokumenter Netflix tentang Tragedi Kelam di Korea Selatan

Mode dan Konten Tambahan

Konami juga menghadirkan beberapa konten menarik, di antaranya:

  • Mode multipemain Fox Hunt (sayangnya tanpa cross-play).
  • Snake vs Monkey, mode kocak yang kembali hadir di versi PC dan PlayStation.

Tambahan dialog baru yang tetap diisi oleh aktor suara original seperti David Hayter (Snake) dan Lori Alan (The Boss).

Bahkan Jodi Benson, yang kini secara resmi mengonfirmasi perannya sebagai Eva, juga kembali memperkuat jajaran pengisi suara.

Cerita yang Masih Mengguncang

Selain gameplay, cerita Snake Eater tetap relevan hingga kini.

Drama pengkhianatan, konflik politik, hingga perjuangan Snake melawan mentornya sendiri, The Boss, menghadirkan narasi penuh emosi.

Meski serius, game ini tetap menyelipkan humor khas Metal Gear, seperti majalah dewasa untuk mengalihkan perhatian musuh atau momen absurd lainnya yang bikin tersenyum.

Metal Gear Solid Delta: Snake Eater adalah contoh bagaimana remake seharusnya dibuat.

 Konami tidak merombak identitas aslinya, melainkan memberikan lapisan baru tanpa menghapus roh dari game klasik.

Bagi kamu yang belum pernah memainkan Metal Gear, Delta adalah pintu masuk terbaik untuk memahami mengapa seri ini begitu dicintai.

Sementara bagi veteran, ini adalah kesempatan bernostalgia dengan kualitas visual generasi terbaru.

Dengan penuh hormat terhadap karya asli dan tambahan yang terasa pas, Delta sukses menghidupkan kembali salah satu game stealth terbaik sepanjang masa. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU