Review Donkey Kong Bananza(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Donkey Kong kembali hadir dalam petualangan terbarunya yang spektakuler lewat Donkey Kong Bananza di konsol Nintendo Switch 2.
Game ini mengajak kamu menjelajahi dunia bawah tanah yang terinspirasi dari karya klasik seperti Pellucidar milik Edgar Rice Burroughs, atau mungkin lebih modern seperti Godzilla x Kong.
Kali ini, Donkey Kong harus menghadapi korporasi rakus bernama VoidCo, sekelompok kera kapitalis yang melakukan eksploitasi hingga ke inti planet.
Baca juga: Donkey Kong Bananza: Inovasi Teknikal Spektakuler di Switch 2 Meski Tak Sempurna
Salah satu hal paling menonjol dari Donkey Kong Bananza adalah mekanik permainan yang benar-benar memaksimalkan kekuatan fisik DK.
Mulai dari membelah tanah hingga menghancurkan pegunungan, kamu akan merasakan sensasi menjadi mesin penghancur yang luar biasa kuat.
Bagi pemain muda, aksi brutal ini jelas akan sangat menghibur, tapi bahkan pemain dewasa pun bisa merasakan kesenangan yang sama.
Game ini menawarkan kebebasan luar biasa untuk mengeksplorasi dan bahkan membentuk ulang lingkungan sekitarmu.
Setiap material di dunia game punya tingkat kekerasan masing-masing, mirip dengan skala Mohs dalam dunia nyata.
Mekanik ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai puzzle, seperti menggunakan bongkahan gunung untuk membuka jalan di ladang berduri, atau melemparkan es ke lava agar membeku menjadi batu pijakan.
Sistem ini tidak hanya keren, tapi juga membuat permainan terasa cerdas dan dinamis.
Pengembang game ini adalah tim yang sama di balik Super Mario Odyssey, jadi tak mengherankan kalau Pauline kembali muncul.
Bedanya, kali ini dia masih berusia 13 tahun dan menjadi partner DK dalam perjalanan kembali ke permukaan.
Menariknya, kamu bisa bermain bersama teman melalui fitur GameShare, di mana pemain kedua mengendalikan Pauline yang bisa menghancurkan segel VoidCo dengan suaranya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net