Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 18:45 WIB

Sword of the Sea Curi Perhatian, Berpetualang Seru Main Skateboard, Surfing, dan Zelda

Author

Sword of the Sea (Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Giant Squid, studio yang sebelumnya dikenal lewat Abzû dan The Pathless, kembali menghadirkan karya baru berjudul Sword of the Sea.

Game ini langsung menarik perhatian karena menawarkan pengalaman bermain yang unik, yaitu perpaduan antara skateboarding, surfing, snowboarding, sekaligus nuansa petualangan ala Zelda.

Tapi jangan salah, meski terinspirasi dari banyak genre, Sword of the Sea punya identitas yang benar-benar berbeda.

Bukan sekadar soal menguasai trik atau mengejar skor tinggi, melainkan tentang kebebasan bergerak, rasa tenang, dan hubungan emosional dengan dunia yang kamu jelajahi.

Baca juga: 'Sword of the Sea' Hadir di PS Plus: Perpaduan Mindfulness, Gerakan, dan Eksplorasi yang Bikin Tenang

Gameplay: Gerakan Bebas yang Mengalir

Sejak awal permainan, kamu akan diperkenalkan pada mekanisme dasar, seperti melompat, meluncur, hingga menggunakan pedang sebagai papan seluncur.

Dari dalam gua, kamu segera dibawa ke hamparan gurun luas yang bergelombang bak ombak, lengkap dengan tebing tinggi dan ramp besar yang siap dicoba.

Tujuan utama kamu adalah mengembalikan air ke dunia yang kering dan rusak.

Sepanjang perjalanan, kamu akan memecahkan teka-teki sederhana, membuka jalan baru, dan menghidupkan kembali alam yang tandus.

Yang membuatnya spesial, setiap perpindahan dari titik A ke B bukan hanya sekadar perjalanan, melainkan pengalaman penuh trik, lompatan, dan aliran gerakan yang membuatmu merasa “terhubung” dengan dunia.

Lebih Santai dari Game Extreme Sports Lain

Kalau biasanya game skateboard atau snowboarding terkenal menantang dan penuh kegagalan, Sword of the Sea memilih jalur berbeda.

Melompat terlalu pendek? Selalu ada jalan memutar.

Gagal melakukan trik? Tidak masalah, ritme permainan tetap berjalan.

Bahkan beberapa elemen seperti ubur-ubur yang berfungsi sebagai trampolin akan sedikit “mendekat” ke arahmu, seolah game ini benar-benar ingin kamu berhasil.

Dengan kata lain, tujuan utamanya bukan jadi yang terbaik, tapi merasa nyaman saat bermain.

Sword of the Sea lebih mengutamakan suasana, vibe positif, dan kepuasan pribadi dibanding tekanan untuk selalu menang.

Nuansa Zelda dan Sentuhan Artistik

Buat kamu yang suka The Legend of Zelda, pasti akan merasa familiar.

Ada pedang legendaris, dunia yang hancur, gua misterius, peti harta, hingga puzzle lingkungan yang membawa kamu menjelajahi dungeon raksasa.

Bahkan, ada aroma Shadow of the Colossus lewat atmosfer sunyi dan dunia yang penuh misteri.

Tak ketinggalan, musik garapan Austin Wintory kembali memberi sentuhan emosional.

Kolaborator lama Giant Squid ini berhasil menghadirkan lantunan lembut yang tidak hanya memperkuat suasana, tapi juga mendorong semangatmu untuk terus meluncur.

Ditambah lagi, penggunaan fitur DualSense PS5 terasa sangat imersif, terutama efek suara dan getar dari papan pedang yang kamu gunakan.

Dunia yang Indah untuk Dijelajahi

Kamu tidak hanya akan meluncur di gurun pasir, tapi juga menjelajahi atap kota tua, gua bawah laut penuh cahaya, hingga puncak gunung es yang megah.

Setiap area punya keunikan visual yang membuatmu betah hanya untuk melihat pemandangan.

Dan yang paling menarik, Sword of the Sea selalu memberikan ruang untuk eksplorasi di luar jalur utama.

Setiap rasa penasaranmu, apakah ada sesuatu di balik dinding itu, atau apakah jalur kecil di samping pintu besar bisa dilewati hampir selalu terjawab dengan hadiah kecil yang membuatmu merasa diperhatikan oleh sang desainer game.

Kekurangan Kecil

Meski terasa hampir sempurna, ada sedikit momen di mana kontrol terasa terlalu sensitif, terutama ketika kamu harus mengganti gaya meluncur tertentu.

Selain itu, bagian akhir cerita mungkin tidak sekuat momen-momen eksplorasi bebas yang lebih emosional. Tapi kelemahan ini tidak sampai merusak keseluruhan pengalaman.

Sword of the Sea adalah game tentang kebebasan, ketenangan, dan rasa keterhubungan dengan dunia.

Ia bukan tentang kompetisi atau skor tinggi, melainkan tentang bagaimana kamu mengekspresikan diri melalui gerakan.

Bagi kamu yang suka game dengan suasana meditatif, penuh visual menawan, musik emosional, dan gameplay yang memberikan ruang eksplorasi tanpa tekanan, Sword of the Sea bisa jadi salah satu pengalaman terbaik di tahun ini.

Baca juga: Review 'The Echoes of Survivors', Serial Dokumenter Netflix tentang Tragedi Kelam di Korea Selatan

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU