INDOZONE.ID - Nintendo kembali menghadirkan inovasi menarik melalui Drag X Drive, sebuah game basket dengan sentuhan unik, yakni kamu bermain menggunakan karakter di kursi roda dengan kontrol berbasis gerakan Joy-Con.
Meski kontrolnya menawarkan pengalaman yang memuaskan dan berbeda dari game olahraga pada umumnya, namun, konten yang minim membuat game ini terasa lebih seperti prototipe ketimbang paket lengkap.
Baca juga: Nintendo Rilis Demo Terbatas Drag x Drive, Game Basket Kursi Roda untuk Switch 2
Kontrol Joy-Con yang Inovatif
Daya tarik utama Drag X Drive ada pada skema kontrolnya.
Dengan memanfaatkan fungsi mouse mode pada Joy-Con, kamu bisa mendorong atau menarik roda kursi secara virtual, dengan menggerakkan controller ke depan atau belakang.
Tidak hanya itu, berbagai trik seperti berbelok tajam, berjalan dengan satu roda, hingga melakukan dunk dari ramp memberikan sensasi bermain yang seru sekaligus menantang.
Sistem tembakannya pun terasa natural—cukup angkat lengan dan jentikkan pergelangan tangan—persis seperti melempar bola basket sungguhan.
Faktor jarak dan timing menambah elemen risiko dan strategi dalam setiap tembakan.
Gameplay Basket yang Menyenangkan
Mode utama Drag X Drive adalah basket 3v3 yang terasa seru sejak awal.
Ada sistem poin tambahan untuk trik tertentu seperti dunk, yang meskipun hanya menambah 0,2 poin, tetap bisa jadi penentu kemenangan.
Sayangnya, meski ada pilihan tiga kelas karakter dengan statistik berbeda, pengaruhnya terhadap gameplay terasa minim.
Walaupun kompetisi ketat bisa saja tercipta di kalangan pemain berpengalaman, game ini belum memiliki daya tarik yang cukup untuk membuat kamu terus kembali.
Mini-Game Kurang Menggigit
Di luar pertandingan utama, Drag X Drive menawarkan mini-game seperti balapan di hub atau mengejar bola lepas.
Meskipun awalnya cukup menghibur, variasinya terbatas dan cepat terasa membosankan.
Ada juga tantangan seperti menembak, rintangan, atau lompat tali di area taman, namun semuanya hanya menjadi pengisi waktu tanpa memberikan kesan mendalam.
Kurangnya Sentuhan Presentasi
Secara visual, Drag X Drive mengusung gaya seni utilitarian yang fungsional namun minim identitas. Tidak ada komentator yang karismatik, soundtrack khas, atau opsi kustomisasi karakter yang variatif.
Satu-satunya perubahan kosmetik hanyalah warna dan helm karakter.
Drag X Drive adalah eksperimen gameplay yang berhasil dari segi kontrol, menawarkan cara baru bermain basket dengan nuansa olahraga kursi roda yang autentik.
Namun, dengan hanya satu mode utama, variasi konten yang terbatas, dan presentasi yang datar, game ini lebih terasa seperti proof of concept daripada pengalaman olahraga virtual yang lengkap.
Baca juga: Drag x Drive di Switch 2 Tidak Dukung Multiplayer Lokal, Cuma Online Saja?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com