Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 20:07 WIB

Bahaya Main Roblox Disorot Mendikdasmen, Ini Kata Pakar E-Sport

Author

photo/Roblox

INDOZONE.ID - Game Roblox ramai dibahas karena banyak dampak buruknya buat anak. Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) hanya meminta orang tua mendampingi anak-anak tika main game ini.

"Roblox bisa menjadi wadah eksplorasi kreativitas, bahkan titik awal untuk anak yang tertarik belajar coding atau desain game," kata Wakil Ketua Bidang Kompetisi PB ESI Glorya Famiela Ralahallo dikutip ANTARA.

"Namun, perlu pendampingan orang tua yang aktif dan sadar teknologi agar manfaatnya maksimal dan risikonya bisa dikendalikan," ia menambahkan. ​​​​​

Roblox merupakan platform game daring yang memungkinkan pengguna, termasuk anak-anak, untuk memainkan dan membuat gim sendiri.

Ella mengemukakan bahwa saat ini Roblox merupakan salah satu gim yang populer di kalangan anak-anak.

Roblox mencakup ribuan jenis permainan mini buatan pengguna dari seluruh dunia. Namun, konten di dalam gimnya banyak yang tidak tersaring dengan baik.

"Jadi, saran saya game itu dimainkan di usia minimal 10 tahun. Tapi, kalaupun di bawah itu, harus dengan pengawasan orang tua yang super aktif, karena ada beberapa game yang mengandung unsur kekerasan, horor, dan lain-lain," Ella menjelaskan.

Baca juga: Bukan Cuma Mahasiswa, Rektor Ini Juga Mabar di Roblox!

Edukasi Digital

Wakil Manajer Esports Indonesia itu mengemukakan, orang tua baiknya tidak sekadar melarang anak bermain game, tetapi mempelajari dunia digital yang dimasuki anak serta berusaha memberikan pendampingan yang dibutuhkan untuk menjaga mereka.

"Edukasi digital parenting penting di era sekarang, jadilah bagian dari perjalanan digital anak, bukan sekadar pengawas," katanya.

Menurut dia, game juga bisa menjadi sarana belajar dan berinteraksi serta membuka peluang karier asal penggunaannya dilakukan dengan bimbingan dan kontrol secara baik.​​​​​​​


Guna menjaga anak dari paparan game dengan konten negatif, Ella menyarankan para orang tua untuk memanfaatkan aplikasi yang dapat membantu mengontrol dan memantau akun permainan anak.

Penggunaan aplikasi semacam itu memungkinkan orang tua membatasi jenis game yang dapat diakses oleh anak dan siapa saja yang bisa berinteraksi dengan anak saat bermain.

Batasi Anak Bermain

Orang tua juga dianjurkan membatasi waktu anak bermain gim dan berusaha memastikan anak melakukan aktivitas fisik dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah dengan baik.

Di samping itu, orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak agar dapat membicarakan aktivitas sehari-hari bersama anak, termasuk membahas permainan yang sedang disukai anak.

"Jangan lupa untuk cek akun dan history bermain anak secara berkala," kata Ella.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengingatkan bahaya permainan Roblox saat meninjau pelaksanaan layanan Cek Kesehatan Gratis Sekolah di SDN Cideng 2, Jakarta Pusat, Senin kemarin.

Baca juga: Pemerintah Awasi Anak dari Serangan Buruk Roblox!

"Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek, jangan nonton yang tidak berguna ya. Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya, karena itu tidak baik ya," katanya.

Ia juga berpesan kepada para orang tua agar meningkatkan pendampingan bagi anak ketika menggunakan gawai guna mencegah dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU