Minggu, 20 JULI 2025 • 21:10 WIB

Donkey Kong Bananza dan Villain Cerewetnya Membuktikan: Sudah Saatnya Nintendo Hadirkan Karakter yang Sepenuhnya Bersuara

Author

Donkey Kong Bananza dan Villain Cerewetnya Membuktikan(Sumber:X/Eurogamer)


INDOZONE.ID - Nintendo memang dikenal punya daya tarik visual dan desain gameplay yang khas, tapi lewat Donkey Kong Bananza, ada satu hal penting yang sepertinya makin sulit diabaikan: kenapa belum semua karakter Nintendo diberi suara penuh?

Sebagai seseorang yang sangat menikmati Donkey Kong Bananza, penulis melihat game ini sebagai langkah cerdas dan penuh kreativitas dalam membangun kembali semesta Donkey Kong.

Game ini terasa segar, modern, dan sangat cocok diperkenalkan kepada generasi baru—terutama jelang perilisan film Donkey Kong yang akan datang.

Tapi di balik semua inovasi tersebut, satu pertanyaan klasik kembali muncul: kenapa para karakter masih berbicara dengan gumaman dan teks subtitel?

Baca juga: Donkey Kong Bananza: Inovasi Teknikal Spektakuler di Switch 2 Meski Tak Sempurna

Perspektif Baru Berkat Gamer Cilik di Rumah

Kamu mungkin akan mengerti jika kamu juga punya anak kecil di rumah.

Melihat game seperti Bananza dari mata seorang anak ternyata sangat membuka wawasan.

Bagi anak penulis, Mario bukanlah karakter video game, tapi tokoh film yang sejajar dengan Elsa, Mirabel, dan karakter animasi lainnya.

Ia juga mengenal Sonic lewat serial Sonic Boom.

Setelah melihat trailer Nintendo Direct, ia langsung tertarik dengan Bananza, apalagi saat Pauline muncul.

“OH! Dia punya teman putri!” katanya polos.

Reaksi ini menunjukkan bahwa Bananza sangat berhasil menarik perhatian anak-anak lewat desain karakternya.

Pauline muda, misalnya, tampak seperti tokoh yang sengaja dibuat sebagai representasi audiens muda.

Tapi di sinilah muncul hambatan terbesar—anak kecil belum tentu bisa membaca semua teks subtitel, apalagi jika dialog penting hanya disampaikan lewat suara gumaman.

Dunia yang Ramai Tapi Tanpa Suara Sungguhan

Menariknya, dunia Bananza sebenarnya cukup vokal.

Para penjahat suka berpidato panjang, karakter pendukung bersorak, dan semua itu terjadi dalam... bahasa yang tampaknya tak bermakna alias gibberish.

Bahan sempat mengira Nintendo telah menciptakan semacam “bahasa Kong” seperti Al Bhed di Final Fantasy X, tapi setelah diamati berkali-kali, tampaknya itu hanya efek suara tanpa struktur bahasa.

Hal ini makin terasa janggal karena Pauline adalah satu-satunya karakter yang berbicara dalam bahasa Inggris yang jelas.

Alhasil, kamu akan melihat interaksi aneh di mana Pauline merespons suara gruman karakter lain dengan kalimat penuh.

 Bukankah ini saatnya Nintendo berani memberikan pendekatan baru yang lebih mudah diakses semua kalangan usia?

Saatnya Beranjak dari Gaya Lama?

Sudah sejak lama Nintendo mempertahankan karakter-karakternya sebagai "minim dialog" atau bahkan tanpa suara sama sekali, seperti Mario yang sejak dulu hanya mengeluarkan beberapa ekspresi suara saja.

Tapi, perkembangan dunia game dan makin luasnya audiens termasuk anak-anak yang belum bisa membaca—harusnya menjadi dorongan kuat untuk menghadirkan voice acting penuh.

Tentu saja keberadaan teks subtitel tetap penting, bahkan membantu memperkaya kosakata anak-anak.

Namun, untuk game sekelas Donkey Kong Bananza yang punya nilai produksi tinggi dan visual memikat, menambahkan suara penuh pada karakter akan membuat pengalaman bermain jadi lebih hidup dan inklusif.

 Sudah Waktunya Nintendo Bicara Serius Soal Voice Acting

Donkey Kong Bananza membuktikan bahwa Nintendo masih jago menyulap karakter lama menjadi sesuatu yang segar dan relevan.

Tapi agar waralaba seperti DK bisa terus berkembang dan dicintai generasi baru, sudah waktunya Nintendo membuka pintu bagi pengisian suara penuh untuk semua karakternya.

Jangan biarkan hanya Pauline yang bersuara—biarkan DK, Cranky, bahkan para villain bisa berbicara sungguhan.

Karena, siapa tahu, mungkin anakmu akan lebih betah bermain jika bisa mendengar suara sang monyet favoritnya secara langsung.

Baca juga: Nintendo Umumkan Donkey Kong Bananza Direct Tayang 18 Juni 2025, Ini Hal yang Perlu Diketahui!

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU