INDOZONE.ID - Valve baru-baru ini memperbarui kebijakan distribusi di platform Steam, dengan menghapus sejumlah game dewasa menyusul desakan dari penyedia layanan pembayaran seperti Visa dan Mastercard.
Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan pengembang game dewasa karena dianggap tidak transparan dan terlalu kabur dalam penjelasan aturannya.
Baca juga: Steam Terapkan Aturan Baru yang Kabur untuk Konten Dewasa, Pengembang Game Resah
Aturan Baru yang Tidak Jelas
Dalam perubahan terbaru, Valve menyatakan bahwa pengembang sebaiknya tidak menerbitkan konten yang mungkin melanggar aturan dan standar” dari jaringan pembayaran, bank, serta penyedia layanan internet.
Namun, mereka tidak menjelaskan secara rinci konten seperti apa yang termasuk dalam kategori tersebut.
Valve hanya menyinggung soal “konten dewasa tertentu” yang harus dihindari, tanpa menjabarkan lebih lanjut.
Akibatnya, banyak pengembang bingung karena tidak tahu batasan yang jelas atas apa yang bisa dan tidak bisa mereka rilis di platform.
Penjelasan Valve: Lindungi Akses Pembayaran untuk Semua Game
Menanggapi pertanyaan dari media, Valve akhirnya memberikan pernyataan resmi.
Seorang juru bicara perusahaan menyebut bahwa mereka mendapat pemberitahuan dari pihak pemroses pembayaran soal beberapa game yang dianggap melanggar kebijakan layanan mereka.
"Sebagai akibatnya, kami menarik game-game tersebut dari Steam Store. Jika tidak, kami bisa kehilangan metode pembayaran penting, yang pada akhirnya akan memengaruhi kemampuan pengguna untuk membeli semua jenis konten lainnya," ujar perwakilan Valve, dilansir Eurogamer, Minggu (20/7/2025)
Valve juga menambahkan bahwa mereka langsung menghubungi para pengembang yang terdampak, dan memberikan kredit aplikasi agar mereka bisa mendistribusikan judul game lain yang masih sesuai kebijakan.
Game Bertema Sensitif Mulai Ditarik
Beberapa waktu belakangan, Valve diketahui mulai menarik game yang mengangkat tema sensitif seperti inses atau kekerasan seksual ekstrem.
Hal ini terjadi setelah sejumlah judul dengan konten tersebut menimbulkan kontroversi dan mencuri perhatian media.
Keputusan ini memicu spekulasi bahwa Valve mulai mengambil sikap lebih ketat demi menjaga hubungan dengan institusi keuangan.
Meski sebelumnya Valve sempat menyatakan bahwa mereka akan mengizinkan semua jenis game di Steam selama tidak melanggar hukum atau bersifat trolling, kebijakan terbaru ini menunjukkan pergeseran arah yang cukup drastis.
Valve Belum Beri Penjelasan Resmi Lebih Lanjut
Hingga kini, Valve belum merilis pernyataan publik secara lengkap terkait kebijakan baru ini.
Namun banyak pihak meminta transparansi yang lebih besar agar pengembang tidak bekerja dalam ketidakpastian.
Jika kamu adalah kreator game dewasa atau game indie dengan tema sensitif, sebaiknya pantau terus perkembangan kebijakan ini karena bisa sangat memengaruhi kelangsungan karyamu di Steam.
Baca juga: Update 1.5 Avowed Resmi Rilis: Kini Steam Deck Verified dan Tambah Skill Baru untuk Ranger & Fighter
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net