Sabtu, 19 JULI 2025 • 16:20 WIB

Steam Terapkan Aturan Baru yang Kabur untuk Konten Dewasa, Pengembang Game Resah

Author

Steam Terapkan Aturan Baru yang Kabur untuk Konten Dewasa(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Valve baru saja memperkenalkan pedoman baru di platform Steam yang menimbulkan keresahan di kalangan pengembang game dewasa.

Aturan tersebut melarang publikasi konten tertentu yang dianggap bisa melanggar ketentuan dari penyedia layanan pembayaran seperti Visa dan Mastercard, serta penyedia jaringan internet.

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah betapa kaburnya penjelasan dari Valve mengenai aturan baru ini.

Baca juga: Siap-siap! Ghost Town, Petualangan VR Seram Berlatar Era 80-an di Steam VR di 15 Juli

Larangan yang Tidak Jelas dan Minim Penjelasan

Dalam ketentuan terbaru yang kini tercantum di laman dukungan Steam, Valve menyebut bahwa para pengembang sebaiknya tidak merilis "konten yang mungkin melanggar aturan dan standar dari jaringan pembayaran, bank, atau penyedia jaringan internet."

Sayangnya, tidak ada penjelasan mendalam tentang jenis konten apa yang masuk dalam kategori terlarang ini. Valve hanya menyebut secara samar bahwa pengembang perlu menghindari "jenis konten dewasa tertentu."

Ini tentu menjadi kekhawatiran besar bagi pengembang game yang berfokus pada genre dewasa. Tanpa kejelasan, mereka terpaksa menebak-nebak konten mana yang aman atau berisiko ditolak.

Terlebih, industri game dewasa kerap berhadapan dengan standar ganda dari institusi keuangan yang selama ini terkenal sensitif terhadap konten seksual.

Tekanan dari Lembaga Keuangan Diduga Jadi Pemicu

Menurut laporan dari The Guardian tahun 2021, banyak institusi keuangan yang bersikap tidak konsisten terhadap bisnis yang menyajikan konten seksual.

Hal ini juga pernah memengaruhi platform seperti Patreon dan OnlyFans, yang sempat ditekan untuk menghapus konten NSFW karena desakan dari bank dan jaringan kartu kredit.

Kasus serupa kini tampaknya tengah menimpa Steam. Dalam beberapa minggu terakhir, situs SteamDB mencatat bahwa Valve mulai menarik beberapa game dengan tema incest dari platform mereka.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk respons atas tekanan yang mungkin datang dari pihak bank atau perusahaan kartu kredit yang keberatan dengan konten seksual ekstrem.

Dampak Potensial bagi Komunitas LGBTQ+

Yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah pengembang dan pembuat konten telah menyuarakan kekhawatiran bahwa aturan kabur ini dapat dijadikan celah untuk menyingkirkan konten LGBTQIA+.

Dalam cuitannya, YouTuber NoahFuel Gaming menyebut bahwa penghapusan konten bisa menyasar game-game queer, transgresif, atau yang dianggap "tidak biasa."

Menurutnya, “Ini adalah bentuk normalisasi sensor finansial yang berbahaya. Konten queer sering kali dilabeli ‘eksplisit’ meski tidak melanggar aturan.

Begitu bank keberatan, konten tersebut bisa saja langsung dihapus tanpa peringatan. Dan platform seperti Steam bisa berdalih, ‘Kami tidak punya pilihan lain.’”

Valve Belum Memberikan Penjelasan Resmi

Hingga kini, Valve belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kebijakan baru ini. Komunitas pengembang game dewasa dan LGBTQIA+ masih menunggu klarifikasi yang lebih jelas untuk mengetahui batasan sebenarnya dari konten yang dilarang.

Sayangnya, tanpa transparansi, kebijakan ini justru bisa memicu ketakutan dan membatasi kebebasan berekspresi di platform distribusi game terbesar di dunia ini.

Bagi kamu yang tertarik dengan perkembangan industri game dan dampak kebijakan korporat terhadap kebebasan kreatif, aturan baru Steam ini menjadi contoh nyata bagaimana tekanan dari luar bisa mengubah lanskap digital secara perlahan tapi signifikan.

Baca juga: Ark: Aquatica Rilis 15 Juli di Steam, Snail Games Main Aman Usai Kontroversi AI

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU