INDOZONE.ID - Setelah gelombang PHK besar-besaran yang melanda studio ZeniMax Online, kini serikat pekerja yang menaungi para developer di studio tersebut akhirnya angkat bicara.
Mereka menyuarakan keresahan sekaligus solidaritas, menyusul dibatalkannya proyek game MMO yang belum diumumkan sebelumnya, dengan kode nama Blackbird.
Proyek Dihentikan, Nasib Developer Jadi Tanda Tanya
ZeniMax Online Studios (ZOS), yang dikenal lewat game populer The Elder Scrolls Online (ESO), harus menerima kenyataan pahit setelah Microsoft memutuskan untuk menghentikan pengembangan MMO Blackbird.
Keputusan mendadak ini mengguncang tim berjumlah 222 orang yang telah mendedikasikan waktu mereka untuk proyek tersebut.
Dalam pernyataan resmi dari serikat pekerja ZeniMax Online Studios United (ZOSU-CWA), disebutkan bahwa 22 pengembang yang tergabung dalam serikat dan bekerja di proyek Blackbird masih memiliki status karyawan aktif, lengkap dengan gaji dan tunjangan.
Namun, mereka juga menyadari bahwa ancaman PHK tetap membayangi.
"Kami Belum Dipecat, Tapi Masa Depan Masih Suram"
Pernyataan ZOSU-CWA mengungkap bahwa mereka saat ini sedang melakukan negosiasi aktif dengan pihak Microsoft guna memastikan bahwa setiap anggota serikat yang terdampak nantinya bisa keluar dengan martabat.
Serikat ini menyoroti bagaimana mereka harus bergerak cepat ketika pengumuman pembatalan proyek dilakukan pada 2 Juli 2025, tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tanpa kejelasan terkait status kerja para staf.
Perjuangan Serikat, Di Tengah Minimnya Dukungan dari Microsoft
ZOSU-CWA menegaskan bahwa mereka berdiri sebagai pelindung terakhir bagi para pengembang yang terimbas.
Mereka menilai Microsoft gagal memberikan dukungan yang layak kepada para pengembang yang telah menghasilkan miliaran dolar untuk perusahaan.
Serikat ini juga menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti, terutama untuk mendukung para pengembang ESO yang masih bekerja.
Mereka berharap bisa mengikuti jejak unit serikat pekerja lain di bawah payung Microsoft, seperti ZeniMax Workers United (ZWU-CWA), yang tengah menyusun kontrak kerja yang lebih adil.
Dampak Luas PHK di Industri Game
Keputusan Microsoft untuk merombak berbagai proyek internal berdampak besar terhadap industri game global.
Tidak hanya ZeniMax, studio-studio ternama seperti Rare dan Turn10 juga terkena imbas.
Total, sekitar 9.000 pengembang di berbagai divisi telah terdampak kebijakan pemangkasan ini.
Bahkan, pemimpin ZeniMax Online Studios, Matt Firor, juga mengumumkan pengunduran dirinya tak lama setelah proyek Blackbird dibatalkan.
Solidaritas yang Menyala di Tengah Ketidakpastian
Meski masa depan sejumlah developer di ZeniMax masih abu-abu, satu hal yang pasti: keberadaan serikat pekerja seperti ZOSU-CWA memberikan harapan dan kekuatan bagi para pekerja untuk tetap memperjuangkan hak-haknya.
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan industri game atau penggemar ESO, ini adalah momen yang menunjukkan pentingnya solidaritas dan perlindungan tenaga kerja dalam dunia kreatif yang kerap berubah cepat.
Baca juga: CWA Capai Kesepakatan Kontrak Bersejarah dengan ZeniMax: Gaji Naik dan QA Kini Dapat Kredit di Game
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net