PHK Massal di Microsoft Xbox Juni 2025: Game Dibatalkan, Studio Ditutup, dan Masa Depan Masih Suram
INDOZONE.ID - Microsoft kembali mengguncang industri game global dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada Juni 2025.
Ini merupakan rangkaian PHK keempat dalam 18 bulan terakhir, dan kali ini disebut-sebut telah mempengaruhi lebih dari 9.000 karyawan di seluruh perusahaan, termasuk divisi Xbox.
Langkah ini diambil, menurut pernyataan resmi Microsoft, untuk menyesuaikan strategi perusahaan dengan pasar yang terus berubah.
Namun, imbasnya terasa sangat besar, terutama bagi studio-studio pengembang dan berbagai proyek game yang kini terancam atau bahkan sudah dibatalkan.
Baca juga: Everwild Resmi Dibatalkan, Jadi Korban PHK Massal Xbox
Everwild Dibatalkan, Kreator Legendaris Rare Mengundurkan Diri
Salah satu kabar terbesar datang dari studio Rare. Proyek ambisius mereka, Everwild, yang pertama kali diumumkan pada 2019, resmi dibatalkan.
Keputusan ini juga diiringi dengan mundurnya Gregg Mayles, salah satu tokoh veteran Rare yang telah berkarier selama 35 tahun di industri.
Perfect Dark dan Studio The Initiative Juga Ikut Tumbang
Tidak berhenti sampai di situ, proyek reboot Perfect Dark yang sempat diumumkan pada 2020 pun dikabarkan telah dihentikan pengembangannya.
Studio pengembangnya, The Initiative, bahkan telah dibubarkan secara penuh.
Kemitraan dengan Crystal Dynamics, yang sebelumnya membantu menggarap proyek ini sejak 2022, juga turut diputus.
ZeniMax MMO dan Proyek Avalanche Games Dipertanyakan
Sebuah proyek MMO misterius yang dikembangkan oleh ZeniMax juga dibatalkan secara diam-diam.
Sementara itu, game Contraband buatan Avalanche Games ikut menjadi sorotan karena trailer-nya tiba-tiba menghilang dari kanal YouTube resmi Xbox.
Hal ini memunculkan spekulasi bahwa proyek tersebut kemungkinan ikut terkena dampak PHK dan pemangkasan anggaran.
Dampak Meluas ke Studio Lain: King dan Turn 10
Selain proyek dan studio besar, pengembang Candy Crush, King, yang berada di bawah naungan Microsoft, juga terkena dampak.
Sekitar 200 orang kehilangan pekerjaan di studio tersebut.
Bahkan hampir 50% staf Turn 10, pengembang Forza Motorsport, juga dilaporkan telah diberhentikan.
Rumor Mundurnya Phil Spencer Dibantah
Di tengah gejolak ini, muncul pula rumor bahwa Phil Spencer, CEO Xbox, akan segera mundur.
Namun Microsoft segera membantah kabar tersebut, menegaskan bahwa Phil tidak akan meninggalkan posisinya dalam waktu dekat.
Proyek Romero Games Terhenti
Tak hanya studio besar yang terdampak, Romero Games, studio kecil asal Irlandia yang didirikan oleh Brenda dan John Romero, juga kehilangan pendanaan untuk proyek shooter terbarunya, yang membuat pengembangannya otomatis berhenti.
Awan Kelabu Masih Menggantung
Meski Microsoft menyebutkan bahwa langkah ini diambil demi "kesuksesan jangka panjang" di pasar yang dinamis, dampak nyata terhadap industri dan para pekerja kreatif sangat besar.
Banyak studio harus menghentikan operasinya, proyek-proyek dibatalkan, dan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan.
Situasi ini masih terus berkembang, dan banyak pihak berharap Microsoft akan lebih terbuka mengenai nasib proyek-proyek dan studio yang tersisa.
Baca juga: Pengembang Funko Fusion Mengalami PHK Massal usai Peluncuran Gagal Total
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net