Mantan Petinggi Ubisoft Terbukti Bersalah dalam Kasus Pelecehan di Prancis, Dihukum Denda dan Penjara Percobaan
INDOZONE.ID - Tiga mantan eksekutif senior Ubisoft resmi dinyatakan bersalah oleh pengadilan Prancis atas kasus pelecehan yang terjadi sebelum mereka mundur dari perusahaan pada 2020.
Di antara mereka adalah Serge Hascoet, mantan Chief Creative Officer sekaligus orang nomor dua di Ubisoft.
Baca juga: Rayman Siap Comeback! Ubisoft Resmi Kembangkan Game AAA Terbaru setelah Fase Eksplorasi
Kasus Lama, Vonis Baru: Tiga Eks Eksekutif Ubisoft Terjerat Hukum
Ketiganya Serge Hascoet, Tommy François, dan Guillaume Patrux menjalani proses hukum atas tuduhan pelecehan psikologis hingga pelecehan seksual selama mereka menjabat di Ubisoft.
Ketiganya mundur dari perusahaan di tahun 2020, ketika berbagai tuduhan serius soal perilaku tidak pantas di lingkungan kerja Ubisoft mulai mencuat ke publik.
Dilaporkan oleh The Guardian, Tommy François, yang saat itu menjabat sebagai kepala editorial Ubisoft, divonis hukuman penjara tiga tahun dengan masa percobaan serta denda €30.000.
Ia dinyatakan bersalah atas pelecehan seksual, pelecehan psikologis, dan percobaan pelecehan seksual.
Selama persidangan, François disebut pernah mencoba mencium paksa seorang karyawan wanita dan memaksanya melakukan handstand saat mengenakan rok.
Sementara itu, Serge Hascoët dijatuhi hukuman penjara delapan bulan dengan masa percobaan serta denda €45.000.
Ia dinyatakan bersalah atas pelecehan psikologis dan komplikasi dalam pelecehan seksual.
Dalam persidangan, Hascoët juga dituduh pernah melontarkan komentar rasis dan melakukan tindakan intimidatif lainnya di tempat kerja.
Guillaume Patrux, yang pernah menjabat sebagai game director, juga divonis bersalah atas pelecehan psikologis, dan dijatuhi penjara 12 bulan dengan masa percobaan serta denda €10.000.
Bukti di pengadilan menunjukkan Patrux pernah memukul dinding, berpura-pura menyerang karyawan, hingga membakar jenggot rekan kerjanya dengan pemantik api.
Tanggapan Ubisoft dan Situasi Internal di Tahun 2020
Kasus ini mencuat ke publik pada tahun 2020, ketika banyak laporan pelecehan seksual dan kekerasan verbal di lingkungan Ubisoft tersebar luas.
Ini memicu pengunduran diri dan pemecatan sejumlah pejabat tinggi perusahaan, termasuk ketiga nama tersebut.
CEO dan salah satu pendiri Ubisoft, Yves Guillemot, kala itu merespons isu ini dengan menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menyimpang dari prinsip dan etika yang ia pegang.
Dalam pernyataannya, Guillemot menambahkan bahwa ada pihak-pihak yang “mengkhianati kepercayaan” yang telah ia berikan, dan tidak menjalankan nilai-nilai yang dipegang bersama oleh perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net