INDOZONE.ID - Frontier Developments baru saja mengumumkan keputusan penting terkait game terbaru mereka, Jurassic World Evolution 3.
Setelah menerima banyak masukan dari komunitas, studio ini memutuskan untuk menghapus penggunaan seni AI (generative AI) pada potret karakter ilmuwan dalam game.
Baca juga: Game Survival Jurassic Park Siap Mengguncang 2024!
Awalnya Gunakan AI untuk Potret Ilmuwan
Saat game ini diumumkan awal bulan Juni 2025, banyak yang antusias, terutama karena kehadiran dinosaurus bayi yang kini bisa bebas berkeliaran di taman.
Namun, ada juga kontroversi yang muncul ketika diketahui bahwa Frontier menggunakan teknologi AI untuk membuat gambar avatar ilmuwan, karakter yang muncul sebagai staf pendukung di taman dinosaurus, bukan tokoh utama.
Informasi ini pertama kali terungkap di halaman Steam resmi Jurassic World Evolution 3, di mana Valve memang mewajibkan pengembang untuk mencantumkan pernyataan penggunaan AI.
Dalam hal ini, Frontier menyebut bahwa "avatar ilmuwan" dibuat dengan bantuan teknologi AI generatif.
Reaksi Komunitas Cukup Kuat
Meskipun ada yang menganggap penggunaan AI ini bukan masalah besar karena hanya memengaruhi elemen visual kecil seperti wajah staf, komentar negatif dari sebagian besar komunitas tetap berdatangan.
Bahkan, ada spekulasi bahwa game sebelumnya, Jurassic World Evolution 2 (2021), mungkin juga menggunakan teknik serupa, namun saat itu belum ada aturan transparansi seperti sekarang.
Melihat tingginya tekanan dari komunitas, Frontier akhirnya memutuskan untuk menghentikan penggunaan AI dalam aspek tersebut.
Konfirmasi Langsung dari Frontier
Dalam sebuah postingan di forum Steam dan pernyataan resmi kepada media Game Watcher, Frontier menyampaikan bahwa mereka telah menghapus penggunaan AI generatif untuk potret ilmuwan di Jurassic World Evolution 3 setelah menerima sejumlah masukan awal dari pemain.
Mereka juga menegaskan bahwa tim pengembang tetap bekerja keras dan siap meluncurkan game ini sesuai jadwal, yaitu 21 Oktober 2025.
Baca juga: Neuralink Berencana Bangun Jurassic Park Sendiri 15 Tahun yang Akan Datang!
Kontroversi AI dalam Industri Game Semakin Marak
Frontier bukan satu-satunya pengembang yang menuai kritik karena penggunaan AI. Sebelumnya, Activision juga sempat dikritik karena menggunakan seni AI dalam materi promosi Call of Duty, termasuk gambar Santa Zombie yang anehnya punya enam jari.
Bahkan Microsoft sempat meluncurkan demo “playable” yang terinspirasi dari Quake 2, tetapi dibuat sepenuhnya oleh AI dan dianggap kurang bermutu.
Meskipun kontroversial, banyak perusahaan besar seperti Ubisoft, Take-Two, hingga Nintendo telah mengungkapkan minat mereka pada teknologi ini.
Namun seperti yang diungkapkan oleh Presiden Nintendo Amerika, Doug Bowser, AI mungkin bisa membantu produktivitas, tapi sentuhan manusia tetap menjadi elemen penting dalam proses kreatif pengembangan game.
Penghapusan seni AI di Jurassic World Evolution 3 jadi bukti bahwa suara komunitas masih sangat berpengaruh dalam arah pengembangan game.
Frontier memilih untuk mendengarkan pemainnya dan kembali ke pendekatan yang lebih tradisional demi menjaga kualitas dan keaslian karya mereka.
Bagaimana menurut kamu, apakah penggunaan AI dalam game memang perlu dibatasi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net