Mobile Legends Profesional League. (Instagram/@mpl.ind.official)
Turnamen esports belakangan ini perkembangan yang sangat pesat mulai dari ranah pc, console, bahkan mobile. Saking pesatnya, esport menjadi salah satu olahraga yang dipertandingkan dalam PON XX di Papua beberapa waktu lalu.
Esports sendiri saat ini menjadi wadah yang bisa menghasilkan uang dengan banyak bagi para gamers berbakat yang bisa memanfaatkan potensi mereka.
Baca Juga: Pakai Hero Overpower, Jess No Limit Sajikan Gameplay Aamon untuk Penggemar
Seiring berkembangnya waktu turnamen-turnamen esports di dunia memiliki format tersendiri dan terkadang bisa dibilang mudah sekali mendapatkan keuntungan dengan menyelenggarakan turnamen karena popularitas game tersebut.
Turnamen esports saat ini berkembang pesat karena adanya sistem franchise league. Sistem ini sendiri sudah di adaptasi dari turnamen-turnamen olahraga di Amerika Serikat seperti MLS, NBA, dan lainnya.
Berikut INDOZONE rangkum lima turnamen esports yang menggunakan sistem franchise league dan meraih banyak keuntungan.
1. LCK (League of Legends Champions Korea)
League of Legends Champions Korea (LCK) adalah kompetisi utama esports League of Legends di Korea Selatan. LCK sendiri telah diikuti oleh 10 tim asal Korea Selatan.
Saat ini perkiraan untuk masuk ke dalam franchise league dari LCK sendiri berkisar sekitar 8,2 juta USD atau sekitar 117,9 miliar Rupiah. T1 sendiri menjadi tim terbanyak yang menjuarai ajang ini dengan 9 kali juara.
2. MPL Indonesia
MPL Indonesia merupakan pemegang turnamen kasta tertinggi esport di Indonesia. Turnamen yang pada Season 4 ini menggunakan sistem franchise league ini menjadi turnamen dengan popularitas tertinggi di Asia Tenggara.
MPL Indonesia saat ini diisi oleh 8 tim dan kabarnya pada musim depan akan bertambah dua tim lagi menjadi 10 tim. Biaya masuk untuk turnamen ini sendiri awalnya hanya 1 juta USD atau setara dengan 15 miliar Rupiah.
Namun, menurut para CEO GPX beberapa waktu lalu, masuk ke MPL Indonesia sudah menjadi 2 juta rupiah atau setara dengan 30 miliar Rupiah. RRQ Hoshi dan EVOS Legends menjadi tim dengan gelar terbanyak saat MPL Indonesia menggunakan sistem ini dengan masing-masing dua gelar MPL Indonesia.
3. Free Fire Esports Premier League India
Liga Esports yang berbasis waralaba pertama di India, Esports Premier League (ESPL) telah bermitra dengan pembuat smartphone Infinix Mobile sebagai sponsor utama untuk edisi perdananya.
Tujuan dari kemitraan tersebut adalah untuk merevolusi Esports di negara tersebut dan membawa kegembiraannya ke arus utama melalui turnamen nasional.
Turnamen ini kabarnya akan mematok uang sebesar 135 rib USD atau setara dengan 1,91 miliar Rupiah dalam membuat satu liga Free Fire yang bersifat ekslusif. Dimana liga tersebut akan disiarkan di berbagai platform termasuk raksasa OTT Disney+ Hotstar serta saluran YouTube dan Facebook resmi India Today dan Aaj Tak bersama dengan situs web mereka.
4. MPL Filipina
Selain berjaya di Indonesia, Mobile Legends juga memiliki kejayaan di negara Filipina. MPL Filipina sendiri baru menjadi franchise league pada Season 8 ini. Setelah menjadi franchise league sendiri, MPL PH Season 8 nanti hanya akan ada 8 tim yang bertarung di babak regular season.
Biaya untuk masuk ke MPL PH ini sendiri kemungkinan sama seperti MPL Indonesia pada awal dibuatnya sistem ini yakni 1 juta USD atau setara dengan 15 miliar Rupiah.
5. LPL (Tencent League of Legends Pro League)
League of Legends Pro League adalah liga profesional tingkat atas untuk League of Legends di China. Sistem turnamen dari LPL ini adalah dua fase yakni Regular Season dan babak Playoff yang terdiri dari delapan tim.
LPL ini sendiri saat ini terdapat 17 tim yang bergabung di kancah tertinggi League of Legends PC di China. Biaya untuk mendapatkan slot LPL sendiri saat ini berkisar 11,63 juta USD atau setara dengan 167 miliar Rupiah. Juara terbanyak dari turnamen ini yakni Edward Gaming dengan 6 kali juara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: