Game yang tak memenuhi ekspektasi. (PCGamesN)
Terkadang kita sering merasa kecewa dengan harapan yang kita buat akan sesuatu. Pasalnya promosi yang gila-gilaan dan janji-janji yang ditawarkan membuat kita tertarik untuk mendapatkan hal tersebut.
Dalam dunia game, tentunya hal ini juga terjadi. Pasalnya promosi yang ditawarkan dan permainan yang dijanjikan sangatlah menarik. Namun saat memainkannya sangat jauh dari ekspektasi dari para pemain.
Baca Juga: Melihat 5 Menit Gameplay HITMAN III dengan Misi Berlokasi di Dubai!
Apakah kamu pernah merasakannya? Nah berikut ini INDOZONE rangkum 4 gameplay yang hype abis namun saat dimainkan membuat kita langsung kesal dan jauh dari harapan. Apa saja ya?
1. Assassin Creed Unity
Game pertama yang jadi pembuka deretan game tak sesuai ekspektasi ini datang dari Assasin Creed. Dimana setelah Assassin Creed 4: Black Flag, formula yang dibawakan oleh Ubisoft mulai membosankan.
Ketika Assassin Creed Unity pertama kali diumumkan, Ubisoft menjanjikan bentuk multiplayer yang berbeda dari sebelumnya yang hanya pvp, dan merombak free-running menjadi lebih halus. Bahkan trailer Assassin Creed Unity berhasil menjadi trailer paling banyak ditonton pada jamannya.
Namun sayang, ketika dirilis, Assassin Creed Unity justru menjadi sebuah kegagalan yang tak bisa dihapuskan dari sejarah Ubisoft karena bug yang banyak dan kontrol yang tak mulus. Semenjak itu, para penggemar Assassin Creed menjadi skeptis, dan butuh Assassin Creed Origins untuk mengembalikan kepercayaan itu.
2. Evolve
Pada saat promosi game yang satu muncul, tampak menjanjikan dengan adanya misi pemain untuk membunuh monster sebelum monster tersebut berevolusi dan tak bisa dikontrol.
Namun setahun usai dirilis, Envolve tampak membosankan karena kurangnya variasai dari permainan dan susahnya menemukan target di map yang dipandang begitu luas. Alhasil game yang satu ini harus gulung tikar lantaran tidak laku.
3. Titanfall
Berbagai trik marketing dibuat dan berhasil membuat para penggemar menunggu Titanfall. EA selaku pihak publisher sayangnya harus menelan pembelajaran pahit dimana sebuah game kompetitif apabila aksesibilitasnya dibatasi, akan menjadi formula yang gagal.
Bagaimana tidak, pemain dituntut membeli game seharga puluhan Dollar Amerika untuk sebuah pengalaman bermain yang bisa didapatkan dalam Call of Duty klasik. Alhasil para pemain tak lagu mau memainkan game yang satu ini.
Untungnya pihak EA berbenah dengan adanya Titanfall 2 muncul dengan story yang menggugah. Hal ini membuat pemain kembali melirik Titanfall.
4. Cyberpunk 2077
Memainkan game yang satu ini memang membuat kita kejang-kejang karena kegagalannya. Hal ini bermula dari tema game yang mengambil jalan tak biasa hingga keterlibatan Keanu Reeves, yang merupakan aktor terkenal bahkan melegenda. Hal itu tentu membuat Cyberpunk menjanjikan untuk bisa sukses.
Namun takdir berkata lain, ketika dirilis game ini justru banyak sekali bug yang membuat para pemain kesal. Mulai dari AI yang berantakan hingga berbagai bug yang merusak game.
Meski beberapa pihak mengatakan versi PC maupun versi PS5 tidak mengalami hal yang sama, namun belum tentu semua gamer memiliki PC super kuat maupun PS5. Hal inilah yang mencoreng nama CD Projekt Red yang dulu sempat menjadi perusahaan terbaik karena Witcher 3, kini menjadi perusahaan paling dibenci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: