INDOZONE.ID - Geliat industri e-sports dan gaming di Indonesia terus mengalami peningkatan. Top up gaming bahkan sudah jadi bagian gaya hidup gen z.
Sayangnya, masih banyak fenomena scamming yang terjadi di kalangan mereka.
Tak sedikut pula gamers yang melakukan transaksi ilegal yang justru merugikan.
Country Director topup.id, Agung Dwi Sandi mengatakan, keamanan gamer menjadi prioritas sejak awal pengembangan sebuah platform. Tak sedikit gamers merasa tergoda harga murah tanpa mempertimbangkan risiko buruk saat top up.
“Kami memahami bahwa bagi seorang gamer, akun adalah aset yang sangat berharga. Karena itu, kami memastikan sistem topup.id terintegrasi langsung dengan penyedia resmi agar transaksi aman dan legal,” ujar Agung di Jakarta, baru-baru ini.
Selain merugikan secara finansial, dampaonya adalah akun gamers ini bisa hilang dengan mudah. Meski sebenarnya fenomena banned akun karena top up ilegal memang bukan hal baru.
"Oleh sebab itu, legalitas transaksi menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan ekosistem gaming nasional," ujarnya.
Agung menambahkan, dengan meningkatnya nilai ekonomi industri gaming Indonesia, keamanan transaksi kini menjadi isu sentral. Dalam pengembangan platform juga harus memberikan rasa aman unruk ekosistem e-sports nasional agar tumbuh secara berkelanjutan dan terpercaya.
Tips Aman Top Up Gaming
Sederet tips transaksi top up gaming yang aman pun dibagikan oleh Agung. Ia menyebut, seluruh transaksi yang diproses harus melalui sistemnya terhubung langsung dengan penyedia layanan game resmi, sehingga meminimalkan risiko pelanggaran kebijakan maupun pemblokiran akun.
"Selain menjamin keamanan dan legalitas, uga mengedepankan kecepatan transaksi melalui sistem otomatis 24 jam. Diamond, UC, maupun point dapat masuk ke akun dalam hitungan detik setelah pembayaran terverifikasi,” ungkapnya.
Selain itu, e-wallet resmi juga berperan dalam metode pembayaran, mulai dari e-wallet seperti Dana, OVO, GoPay, dan QRIS, transfer bank, hingga gerai ritel, guna memastikan kemudahan akses tanpa mengorbankan keamanan.
Kata Agung, sebagai upaya untuk mendorong literasi digital di kalangan gamer juga perlu dilakukan. Gunanya adalah mendukung komunitas dan turnamen e-sports agar pertumbuhan industri tidak hanya besar secara angka, serta terlindungi dari transaksi ilegal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan