Nintendo Switch 2. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Kalau kamu lagi nabung untuk beli Nintendo Switch 2, sepetinya harus siap-siap menambah target tabungan, nih.
Dari rumor yang beredar, harga konsol di tahun ini kemungkinan naik karena harga memori global yang sedang melonjak. Usut punya usut, penyebabnya disebut karena industri kecerdasan buatan (AI) yang sedang butuh banyak komponen memori.
Laporan Bloomberg menyebutkan Nintendo tengah mempertimbangkan penyesuaian harga untuk Switch 2 di tengah lonjakan harga komponen memori, khususnya DRAM.
Baca juga: Sejumlah Judul Game Besar Bakal Cabut dari Xbox Game Pass pada 28 Februari: Buruan Main!
Switch 2 dirilis pada 2025 dengan harga 449,99 dolar AS atau sekitar Rp7,5 juta. Tapi harga itu dinilai nggak akan bertahan lama kalau tekanan biaya terus berlanjut.
Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, sebelumnya bilang ke pemegang saham kalau mereka belum ada rencana langsung untuk naikkin harga. Meski begitu, dia juga nggak menutup kemungkinan ada penyesuaian kalau biaya komponen semakin mahal.
Perlu digarisbawahi, potensi kenaikan ini bukan karena penjualannya menurun. Justru sebaliknya, Switch 2 kabarnya sudah terjual lebih dari 17 juta unit dan bahkan melampaui capaian konsol generasi pertama di periode awal peluncuran.
Masalah utamanya ada di pasokan dan harga memori yang sekarang jadi barang incaran di tengah persaingan pengembangan AI global.
Raksasa teknologi seperti Meta, Microsoft, Alphabet Inc., dan Amazon, lagi jor-joran investasi untuk bangun pusat data AI. Infrastruktur ini butuh akselerator Nvidia dengan kapasitas memori besar, yang otomatis menyedot pasokan RAM dalam jumlah masif.
Bahkan, satu rak server AI disebut bisa pakai RAM setara ribuan smartphone. Akibat lonjakan permintaan itu, harga memori pun ikut melambung tinggi. Bloomberg melaporkan salah satu jenis DRAM mengalami kenaikan harga hingga 75 persen hanya dalam satu bulan.
Produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron sekarang lebih fokus memproduksi high-bandwidth memory (HBM) untuk chip AI. Dampaknya, kapasitas DRAM untuk perangkat elektronik konsumen jadi semakin terbatas.
Baca juga: Rank PUBG: Cara Kerja Sistem Ranking, Poin, dan Tips Push Rank Biar Cepat Naik
Namun ternyata bukan hanya Nintendo yang terkena imbasnya. Sony dikabarkan mempertimbangkan penundaan peluncuran PlayStation 6 sampai 2028 atau 2029.
Microsoft juga sudah menaikkan harga Xbox, sementara Sony sempat menyesuaikan harga PlayStation 5 tahun lalu. Bahkan Apple dan Tesla disebut sudah memperingatkan investor soal tekanan margin akibat kelangkaan memori.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara