INDOZONE.ID - Di era digital yang serba cepat, industri gim Indonesia mengalami lonjakan pesat.
Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan besar: bagaimana memastikan konten digital yang dikonsumsi anak-anak tetap aman dan sesuai dengan nilai-nilai lokal?
Pemerintah Indonesia menjawab tantangan ini melalui IGRS Rating (Indonesia Game Rating System).
Sebagai sistem klasifikasi gim nasional, IGRS bukan sekadar label. Ia adalah instrumen perlindungan bagi generasi muda sekaligus kompas bagi orang tua dalam menavigasi dunia hiburan interaktif yang kian kompleks.
IGRS Rating adalah sistem klasifikasi permainan interaktif elektronik yang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia.
Fungsinya serupa dengan lembaga sensor film, namun khusus dirancang untuk karakteristik unik produk gim.
Sistem ini memberikan informasi transparan mengenai kesesuaian konten berdasarkan kelompok usia tertentu.
Kehadiran IGRS, menjadi sangat krusial karena beberapa alasan utama:
Baca juga: 5 Item Terbaik Counter Lunox di Mobile Legends, Dijamin Ampuh dan Auto Win!
Tonggak sejarah pengawasan konten digital Indonesia dipertegas dalam ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Conference 2025 di Bali.
Pada Sabtu, 11 Oktober 2025, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, meresmikan implementasi penuh sistem IGRS.
Dalam sambutannya, Meutya Hafid menekankan, Indonesia kini menjadi pelopor di ASEAN dalam hal klasifikasi gim nasional.
Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hal tersebut dilakukan untuk membangun ruang digital yang sehat, aman, dan edukatif bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kominfo.kuburaya.go.id