Roblox(Sumber:destructoid.com)
INDOZONE.ID - Roblox kembali menjadi sorotan setelah memperkenalkan proses verifikasi usia baru yang mewajibkan pemindaian wajah menggunakan kamera agar kamu bisa mengakses fitur chat di dalam game.
Baca juga: The Forge Roblox: Panduan Lengkap, Cara Redeem, dan Kode Aktif Terbaru
Sejak hari pertama penerapan, banyak laporan bermunculan yang menunjukkan bahwa sistem verifikasi wajah ini sering salah dalam memperkirakan usia pengguna.
Dalam banyak kasus, anak-anak justru dinilai lebih tua dari usia sebenarnya, sehingga secara otomatis ditempatkan dalam kelompok usia yang memungkinkan mereka berkomunikasi dengan pengguna yang jauh lebih dewasa.
Kesalahan ini jelas bertolak belakang dengan tujuan awal Roblox untuk membatasi interaksi antara anak di bawah 16 tahun dan orang dewasa.
Salah satu orang tua di Amerika Serikat melaporkan bahwa akun anak perempuannya yang berusia 10 tahun justru diverifikasi sebagai pengguna berusia 16 tahun oleh sistem AI Roblox.
Yang lebih bermasalah, hasil pemindaian wajah ini secara otomatis menimpa data usia yang sebelumnya sudah dimasukkan oleh orang tua.
Untuk memperbaiki kesalahan tersebut, Roblox meminta pengguna melakukan verifikasi ulang menggunakan identitas resmi, sesuatu yang banyak orang tua anggap terlalu berisiko bagi privasi anak.
Jika kamu mencoba memperbaiki kesalahan verifikasi melalui layanan bantuan Roblox, prosesnya dinilai sangat melelahkan karena harus melewati beberapa lapisan AI sebelum akhirnya bisa berbicara dengan staf manusia.
Hal ini membuat banyak orang tua merasa tidak didengar, terutama ketika masalah yang dihadapi menyangkut keselamatan dan komunikasi anak mereka sendiri.
Bahkan ada laporan orang tua yang tidak lagi bisa mengobrol dengan anaknya di dalam game akibat batasan usia yang salah diterapkan.
Roblox sendiri mengklaim bahwa sistem ini merupakan langkah menuju standar emas keamanan komunikasi online berbasis usia.
Namun di lapangan, banyak pengguna menilai implementasinya terlalu terburu-buru dan belum siap digunakan secara luas.
Alih-alih melindungi anak, sistem ini justru berpotensi membuka celah baru jika AI terus salah mengklasifikasikan usia pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Destructoid.com