Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 02 JANUARI 2026 • 12:25 WIB

Mafia: The Old Country, Bukti Game AAA Tak Harus Open World Raksasa

Mafia: The Old Country, Bukti Game AAA Tak Harus Open World RaksasaMafia(Sumber:kotaku.com)

INDOZONE.ID - Di tengah usaha mengejar dan menamatkan sebanyak mungkin game rilisan 2025, Mafia: The Old Country hadir sebagai pengingat menyenangkan bahwa game AAA tidak harus selalu berupa RPG open world raksasa.

Baca juga: Mafia: The Old Country Umumkan Spesifikasi PC Minimum, Butuh Performa Setara PS5!

Mafia: The Old Country Tawarkan Cerita Padat tanpa Basa-basi

Dirilis oleh 2K dan Hangar 13 sebagai prekuel dari seluruh seri Mafia, The Old Country membawa kamu ke awal 1900-an dan memperkenalkan Enzo, seorang pemuda yang kabur dari kehidupan brutal sebagai budak tambang sulfur di Italia lalu terseret ke dunia keluarga mafia lokal, dengan perjalanan naratif sekitar 10 jam yang terasa fokus, personal, dan memuaskan tanpa perlu pengulangan misi yang dipaksakan.

Game ini tidak mencoba menghubungkan semua semesta Mafia secara berlebihan, melainkan menyajikan kisah mandiri yang rapi, penuh momen sinematik, konflik personal, dan perkembangan karakter yang terasa alami, sehingga kamu bisa benar-benar menikmati ceritanya tanpa merasa dikejar sistem progresi tak berujung.

Gameplay Klasik yang Tidak Berpura-pura Inovatif

The Old Country tidak berusaha mendefinisikan ulang genre, karena gameplay-nya mengandalkan third-person cover shooter yang solid, stealth sederhana, segmen kendaraan, serta duel pisau satu lawan satu yang cukup intens, namun justru di situlah kekuatannya karena semua mekanik tersebut dipoles dengan baik dan disajikan tanpa embel-embel yang tidak perlu.

Alih-alih memaksamu mengumpulkan resource, crafting senjata, atau menyelesaikan puluhan aktivitas sampingan, game ini fokus memberikan rangkaian set piece sinematik yang terasa mahal, rapi, dan efektif, seperti game AAA era PS2 dan Xbox 360 yang bisa kamu tamatkan dalam satu akhir pekan.

AAA Tidak Harus Selalu Open World dan Live Service

Di 2025, banyak game besar terasa terjebak dalam pola yang sama, yaitu dunia terbuka luas, battle pass, event musiman, dan durasi berlebihan yang sering kali mengorbankan pacing dan kualitas cerita, sehingga Mafia: The Old Country terasa menyegarkan karena berani tampil ringkas tanpa kehilangan identitas AAA-nya.

Meski banyak game indie juga menawarkan pengalaman singkat dan fokus, The Old Country berbeda karena tetap menghadirkan kualitas visual tinggi, cutscene sinematik, dan presentasi kelas atas yang biasanya identik dengan game berdurasi puluhan jam, namun dikemas dalam pengalaman yang lebih manusiawi bagi waktu luangmu.

Baca juga: Mafia: The Old Country – Perpaduan Masa Lalu dan Masa Depan Industri Game

Kesuksesan yang Seharusnya Menjadi Pelajaran Publisher

Penjualan The Old Country yang dilaporkan cukup kuat memberi harapan bahwa Hangar 13 dan 2K akan kembali berani membuat game serupa, baik dalam bentuk sekuel Mafia maupun proyek baru, karena game ini membuktikan bahwa AAA dengan skala lebih kecil tetap bisa sukses secara komersial dan disukai pemain.

Mafia: The Old Country menjadi pengingat penting menjelang 2026 bahwa game tidak harus dikembangkan selama enam tahun dan menguras ratusan jam pemain untuk dianggap bernilai, karena pengalaman yang padat, fokus, dan selesai dalam waktu wajar justru terasa semakin langka dan berharga di era modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kotaku

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mafia: The Old Country, Bukti Game AAA Tak Harus Open World Raksasa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!