Divinity games(Sumber:gamesradar.com)
INDOZONE.ID - Larian Studios tengah bersiap merilis RPG Divinity terbaru, namun sang pendiri Swen Vincke menegaskan bahwa kamu tidak perlu memainkan seluruh game Divinity lawas untuk memahami petualangan baru yang sedang dikembangkan studio di balik Baldur’s Gate 3.
Baca juga: TSURUGIHIME: RPG Aksi Fantasi yang Siap Masuki Early Access pada 2026
Swen Vincke menjelaskan bahwa Divinity terbaru tetap memuat banyak referensi ke game-game sebelumnya, termasuk Divinity: Original Sin 1, Original Sin 2, hingga Divinity: Ego Draconis dan The Dragon Knight Saga.
Referensi tersebut hadir sebagai bagian dari sejarah dunia Rivellon yang membentuk kondisi dunia saat ini. Namun, semua elemen itu tidak dibuat sebagai prasyarat pemahaman cerita utama.
Menurut Vincke, kamu hanya perlu memainkan game Divinity lama jika benar-benar ingin memahami seluruh sejarah dunia dan detail lore terdalam.
Bagi pemain baru, Divinity terbaru dirancang agar bisa dinikmati secara mandiri tanpa pengetahuan sebelumnya. Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Larian untuk membuat RPG yang ramah bagi pemain baru.
Vincke secara jujur mengakui bahwa game Divinity generasi awal kini terasa cukup usang.
Ia menyebut bahwa mekanik, presentasi, dan struktur desainnya sudah tertinggal dibanding standar RPG modern. Karena itu, memainkan game-game tersebut bukanlah kewajiban.
Jika kamu memainkan Baldur’s Gate 3 karena pengalaman naratif sinematik, Vincke menyarankan agar tidak perlu kembali ke game Divinity lama.
Namun, jika kamu menyukai kebebasan bermain, pertarungan taktis, dan co-op, Divinity: Original Sin 2 sangat direkomendasikan. Game tersebut disebut sebagai blueprint utama yang melahirkan Baldur’s Gate 3.
Divinity: Original Sin 1 juga disebut penting, meskipun kontribusinya tidak sebesar sekuelnya.
Hal ini karena Original Sin 1 belum memiliki sistem companion sedalam yang ada di Original Sin 2 dan BG3. Meski begitu, game tersebut tetap mencerminkan fondasi desain khas Larian.
Vincke juga menegaskan bahwa Divinity dan Baldur’s Gate berada di dunia yang berbeda.
Baldur’s Gate 3 berlatar di Faerûn dalam Forgotten Realms, sementara Divinity berlangsung di dunia orisinal Rivellon. Kesamaan keduanya terletak pada filosofi desain dan kebebasan pemain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gamesradar