Kekhawatiran Penggemar Final Fantasy 14 Soal Fan Fest AS 2026(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Penggemar Final Fantasy 14 menyoroti masalah aksesibilitas dalam Fan Fest 2026 yang akan digelar di Anaheim, California.
Setelah kekacauan aksesibilitas pada event AS sebelumnya di Las Vegas 2023, banyak pemain khawatir perusahaan pihak ketiga yang dipekerjakan Square Enix tidak mampu menangani kebutuhan pengunjung penyandang disabilitas, sehingga sebagian bahkan berencana tidak menghadiri event.
Pembelian tiket memungkinkan pengunjung menandai kebutuhan ADA (Americans with Disabilities Act), namun langkah selanjutnya dianggap rumit: setiap peserta harus menerima telepon pribadi dari satu kontak di The Trade Group untuk menyampaikan kebutuhan khusus, dan harus menyetujui akomodasi dalam 24 jam.
Pemain dan konsultan aksesibilitas Sara Winters, yang juga buta, menekankan bahwa metode ini tidak praktis.
Menghubungi ribuan peserta secara individu tidak realistis dan tidak memperhitungkan perubahan kebutuhan mendadak atau mereka yang memiliki keterbatasan komunikasi, seperti tuna rungu.
Winters menyarankan Square Enix untuk mempekerjakan konsultan aksesibilitas profesional dan mengikuti rekomendasi mereka, bukan mengandalkan satu orang sebagai penghubung.
Ia menegaskan bahwa metode saat ini tidak enforceable, tidak feasible, dan tidak usable bagi penyandang disabilitas.
Sejauh ini, Square Enix dan The Trade Group belum menanggapi pertanyaan Eurogamer.
Penggemar menunjukkan bahwa meskipun fasilitas dasar seperti kursi roda dan elevator disediakan di Anaheim Convention Center, kebutuhan individual kemungkinan besar tidak akan terpenuhi.
Dengan kompetisi dari World of Warcraft yang akan merilis ekspansi baru tahun depan, Fan Fest mendatang menjadi penting bagi Square Enix untuk mempertahankan komunitas dan reputasi MMORPG andalannya.
Baca juga: Catat! Jadwal Resmi Final Fantasy 14 Fan Fest 2026 yang Ditunggu-tunggu Gamers
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net