The X-Files: Resist or Serve(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Tahun 2004 — kamu baru saja membuat akun Facebook, mendengar kabar tentang Nintendo DS, dan sedang tergila-gila dengan serial The X-Files yang fenomenal.
Kalau kamu penggemar gim horor dan akting Gillian Anderson, mungkin kamu berharap ada game yang bisa memuaskan dua kesukaan itu sekaligus.
Dan ternyata… memang ada! Game tersebut adalah The X-Files: Resist or Serve, rilisan Black Ops Entertainment untuk PlayStation 2.
Meskipun tidak sepopuler Resident Evil atau Silent Hill, game ini sebenarnya merupakan permata tersembunyi dalam genre survival horror yang kini sudah jarang terlihat.
Baca juga: Silent Hill 2: dari Game Horor Klasik ke Remake Modern yang Dinanti
Salah satu hal paling menarik dari The X-Files: Resist or Serve adalah formatnya. Game ini menghadirkan dua kampanye terpisah — satu mengikuti sudut pandang Mulder, dan satu lagi dari sisi Scully.
Tiap karakter memiliki gaya bermain dan kekuatan berbeda, memberikan pengalaman unik tergantung siapa yang kamu pilih.
Dengan sudut kamera tetap seperti game klasik era PS2, kamu akan menjelajahi area luas penuh misteri, mengumpulkan item, dan menghadapi berbagai makhluk aneh.
Yang bikin makin spesial, Gillian Anderson dan David Duchovny ikut menyumbangkan suara asli mereka untuk karakter masing-masing — sesuatu yang langka untuk game tie-in pada masa itu.
Kalau kamu pernah main game survival horror era 2000-an, pasti tahu rasanya: peluru terbatas, musuh tangguh, dan atmosfer menegangkan.
Resist or Serve membawa semua elemen itu dengan baik. Setiap musuh yang kamu hadapi keras kepala dan susah dikalahkan.
Peluru sangat terbatas, jadi kamu harus mengatur strategi, menendang musuh yang jatuh untuk menghemat amunisi, dan memanfaatkan setiap kesempatan bertahan hidup.
Game ini tidak mudah, tapi justru itulah yang membuatnya memuaskan seperti Resident Evil versi The X-Files.
Ketika pertama kali dirilis, Resist or Serve hanya mendapat ulasan rata-rata. IGN bahkan memberi skor 6.7/10. Namun, melihat ke belakang, banyak penggemar yang mulai menyadari bahwa game ini sebenarnya memiliki pesona tersendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net