INDOZONE.ID - Sutradara Street Fighter 6, Takayuki Nakayama, mengungkapkan keterkejutannya atas keputusan Capcom yang akan memberlakukan sistem pay-per-view (PPV) untuk turnamen final esports mendatang.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar yang merasa kecewa dan bingung dengan kebijakan tersebut.
Dalam ajang Tokyo Game Show 2025, Capcom mengumumkan bahwa penonton global hanya bisa menyaksikan Capcom Cup 12 Finals dan Street Fighter League (SFL) World Championship 2025 secara online melalui model berbayar.
Biasanya, pertandingan ini dapat dinikmati secara gratis di platform seperti YouTube dan Twitch.
Baca juga: Street Fighter 6 di Switch 2 Tampil Ciamik: 60FPS Stabil dan Visual Lebih Tajam dari Xbox Series S
Capcom menetapkan harga ¥4.000 (sekitar Rp400 ribu) untuk masing-masing acara, atau ¥6.000 (sekitar Rp600 ribu) jika membeli paket gabungan.
Meskipun babak kualifikasi tetap gratis, keputusan ini menimbulkan reaksi negatif dari komunitas karena dianggap membatasi akses penggemar yang sudah lama mendukung franchise legendaris ini.
Harga tersebut dikatakan sebanding dengan tiket fisik di lokasi acara, yang berkisar antara ¥2.000 (Rp200 ribu) hingga ¥20.000 (Rp2 juta) untuk kursi premium.
Namun, bagi penonton internasional, keputusan ini tetap dianggap tidak ramah bagi komunitas esports global.
Melalui media sosial, Nakayama menjelaskan bahwa tim pengembang sama terkejutnya dengan para penggemar.
Ia mengatakan bahwa keputusan ini murni berasal dari divisi esports Capcom, bukan dari tim pengembangan game.
“Kedengarannya aneh, tapi memang benar. Target pendapatan dan tugas yang ditetapkan setiap divisi berbeda,” ujar Nakayama.
“Bahkan tim pengembang pun terkejut dengan pengumuman ini. Setidaknya, Matsumoto dan saya cukup kaget saat diumumkan di tempat acara. Kami saat ini sedang mendiskusikan hal ini di internal perusahaan. Kami mohon maaf atas kekhawatiran yang ditimbulkan,” lanjutnya.
Nakayama sempat bercanda bahwa ia akan menghapus komentarnya jika dimarahi oleh pihak perusahaan, namun para penggemar justru memuji kejujurannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net