Ilustrasi Game Dungeons & Dragons (D&D). (Sumber: Freepik)
INDOZONE.ID - Dungeons & Dragons atau sering disingkat D&D pertama kali dirilis pada tahun 1974. Sejak itu, permainan ini berkembang menjadi salah satu permainan peran (role-playing game/RPG) paling populer di dunia. Pada awalnya, D&D identik dengan hobi anak “kutu buku” di ruang bawah tanah. Namun, seiring waktu, permainan ini makin diterima luas. Popularitasnya melonjak lagi berkat komunitas di internet, kanal YouTube, hingga acara permainan siaran langsung (actual play) seperti Critical Role.
D&D makin dikenal masyarakat umum setelah muncul dalam serial Netflix Stranger Things. Dalam serial itu, sekelompok anak di kota fiksi Hawkins memainkan D&D, lalu membayangkan monster “Demogorgon” yang akhirnya benar-benar muncul di dunia mereka. Sejak saat itu, banyak orang penasaran mencoba permainan ini, bahkan yang sebelumnya tidak akrab dengan istilah Dungeon Master atau dunia fantasi.
Kini, D&D bukan hanya permainan meja, tetapi juga simbol kreativitas, persahabatan, dan cara seru bercerita bersama. Di Indonesia, permainan seperti ini masih kalah pamor dengan permainan tradisional dan game mobile. Kendati begitu, kalau kamu tertarik memainkannya, berikut tujuh hal penting yang sebaiknya dipahami sebelum mulai bermain.
Hal pertama yang dibutuhkan bukan buku aturan atau dadu, melainkan teman. Idealnya ada 4–5 orang pemain. Masing-masing akan memerankan satu karakter dengan latar belakang, kemampuan, dan tujuan yang berbeda.
Satu orang akan bertugas sebagai Dungeon Master (DM), yaitu pemimpin permainan. DM berperan sebagai narator cerita, pengatur aturan, sekaligus memerankan semua tokoh dan makhluk yang ditemui pemain, dari penduduk desa ramah sampai monster buas. Ingat, DM bukan lawan pemain, melainkan fasilitator yang menjaga agar permainan tetap seru.
Kamu bisa bermain dengan berbagai cara: tatap muka di rumah atau di toko game lokal, daring dengan virtual tabletop (meja permainan digital) seperti Roll20 atau Foundry, atau secara sederhana lewat Zoom, Google Meet, atau Discord dengan bantuan imajinasi dan dadu virtual.
Sebelum petualangan dimulai, adakan sesi nol. Ini semacam obrolan awal untuk menyamakan harapan: gaya cerita yang diinginkan, aturan tambahan, hingga hal-hal yang sebaiknya dihindari. Ada alat bantu sederhana seperti Kartu X (kartu khusus untuk menghentikan adegan yang membuat pemain tidak nyaman) atau sistem garis–selubung (menentukan batas topik mana yang tidak boleh disentuh sama sekali dan mana yang boleh sekadar disinggung tanpa detail). Dengan begitu, semua orang bisa bermain dengan aman dan nyaman.
Karakter adalah “avatar” kamu di dunia permainan. Untuk pemula, lebih praktis memakai karakter siap pakai yang sudah tersedia. Kalau sudah terbiasa, kamu bisa membuat karakter sendiri di situs resmi seperti D&D Beyond.
Tips singkat: pilih peran sesuai kenyamanan. Petarung biasanya lebih sederhana dan cocok untuk pemula. Sementara itu, penyihir lebih rumit karena harus mengingat banyak aturan tentang sihir dan mantra.
Bagi yang menjadi Dungeon Master (DM), ingatlah bahwa tujuan utamanya bukan “mengalahkan” pemain. Peran DM adalah menciptakan tantangan yang seimbang, menjaga alur cerita, dan berimprovisasi jika hasil lemparan dadu membawa cerita ke arah tak terduga. Gunakan prinsip: terima ide pemain, lalu tambahkan sentuhan dramatis agar cerita tetap mengalir dan menarik.
Baca juga: Yakuza Kiwami 3 Resmi Diumumkan, Hadir Awal 2026 Bersama Spin-Off Dark Ties
Aturan pertama dan paling utama dari bermain D&D sederhana saja: semua orang harus bersenang-senang. Selama permainan membuat kamu dan teman-teman tertawa, berimajinasi, dan larut dalam petualangan bersama, berarti kamu sudah bermain dengan benar.
Pada akhirnya, Dungeons & Dragons bukan soal seberapa banyak aturan yang kamu kuasai atau seberapa hebat karakter yang dimainkan. Inti dari permainan ini adalah kebersamaan: duduk bersama, bercerita, berimajinasi, lalu tertawa ketika hal-hal tak terduga terjadi. Jadi, jangan takut untuk mencoba. Ambil dadu, ajak teman, dan mulailah petualangan pertamamu. Siapa tahu, kisah yang kamu ciptakan bisa lebih seru daripada film atau serial apa pun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polygon.com