Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 07:28 WIB

Haru Urara Meninggal Dunia Legenda Kuda Pacu Jepang yang Jadi Inspirasi Game Umamusume

Haru Urara Meninggal Dunia Legenda Kuda Pacu Jepang yang Jadi Inspirasi Game UmamusumeHaru Urara Kuda di Real Life (Kiri) Haru Urara Adaptasi Umamusume (X @umamusume_eng) ((X @umamusume_eng))

INDOZONE.ID - Haru Urara kuda pacu legendaris yang menjadi simbol kegigihan dan harapan bagi masyarakat Jepang, telah meninggal dunia. Ia menghembuskan nafas terakhir di usia 29 tahun, setara dengan 90 tahun dalam hitungan manusia. 

Kabar duka ini dikonfirmasi melalui akun official X @umamusume_eng pada 9 September 2025 pukul 15.30 WIB. Haru Urara tutup usia dengan tenang di peternakan ‘Martha Farm’ di Chiba, tempat ia menikmati masa pensiunnya, setelah berjuang melawan sakit kolik yang menyerang tubuhnya.

Yuko Miyahara, perwakilan dari ‘Martha Farm’, menjelaskan bahwa kondisi Haru Urara menurun secara tiba-tiba. “Pada pagi tanggal 8, ia tidak buang air besar, sehingga kami segera menyadari ada yang tidak beres,” ujarnya. Staf langsung memanggil dokter hewan dan menemani Haru Urara sepanjang malam untuk memberikan perawatan.

Baca juga: Fenomena Haru Urara: Pemain Uma Musume Ramai-ramai Kirim Rumput ke Kuda Balap Pensiun

Namun, pada dini hari, kondisinya memburuk dan Haru Urara meninggal dunia. Kepergiannya semakin mengejutkan karena sehari sebelumnya ia masih tampak sehat dan penuh semangat. Miyahara menambahkan, “Belakangan ini, jumlah pengunjung dari luar negeri yang datang untuk melihat Haru Urara semakin banyak. Kepergiannya benar-benar menjadi hal yang sangat disayangkan.”

Haru Urara menjadi fenomena nasional di Jepang bukan karena kemenangan yang diraih, tetapi karena semangatnya menghadapi kekalahan. Ia menjadi idola setelah berpartisipasi dalam 113 balapan tanpa pernah menang, sehingga mendapat julukan “Bintang Para Pecundang”.

Sosoknya ini menjadi simbol harapan di tengah masa sulit Jepang yang dikenal sebagai “era restrukturisasi”. Tiket taruhan Haru Urara bahkan laku keras sebagai jimat keselamatan karena dianggap “tidak akan pernah menang”.

Puncak ketenarannya terjadi pada Maret 2004 ketika ia ditunggangi oleh joki legendaris, Yutaka Take. Saat itu, 13.000 penggemar memadati arena pacuan kuda Kochi, dan meskipun Haru Urara finis di urutan ke-10 dari 11 kuda, ia akhirnya memenangkan lomba dalam hidupnya setelah pensiun.

Popularitas Haru Urara kembali melejit beberapa tahun terakhir berkat adaptasinya ke dalam game Umamusume: Pretty Derby. Dalam game tersebut, karakter Haru Urara digambarkan sebagai sosok ceria dan positif, meski selalu kalah dalam balapan, sehingga membuatnya disukai generasi baru penggemar di seluruh dunia.

Versi bahasa Inggris game ini yang rilis pada Juni 2025 semakin meningkatkan ketenarannya, membuat peternakan ‘Martha Farm’ menerima kunjungan dari penggemar internasional, termasuk dari Amerika, Filipina, dan Polandia.

Kepergian Haru Urara meninggalkan duka mendalam bagi penggemar dan masyarakat Jepang. Kisahnya yang pantang menyerah meski selalu kalah telah memberi inspirasi dan senyuman bagi banyak orang.

Miyahara mengenangnya sebagai kuda yang keras kepala namun menyimpan banyak kenangan manis. “Bahkan di saat terakhir, ia tetap keras kepala. Kami mencoba membuatnya berjalan untuk membantu pencernaannya, tapi ia menolak. ‘Aku tidak mau jalan,’ seolah mengatakan itu,” kenangnya. “Namun karena sifat keras kepalanya itulah, kami memiliki begitu banyak kenangan indah. Aku sangat berterima kasih padanya.”

Baca juga: Call of Duty vs Battlefield 6 Memanas, Gimana Tanggapan Fans?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Twitter

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Haru Urara Meninggal Dunia Legenda Kuda Pacu Jepang yang Jadi Inspirasi Game Umamusume

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!