INDOZONE.ID - Herdling, game terbaru dari developer Okomotive dan publisher Panic, akhirnya resmi dirilis di berbagai platform: PC (Steam & Epic), PlayStation 5, Xbox Series S/X & Game Pass, serta Nintendo Switch.
Game ini digadang-gadang sebagai penerus spiritual dari seri FAR: Lone Sails dan FAR: Changing Tides yang sebelumnya sukses mencuri hati banyak gamer.
Namun, meski menawarkan perjalanan emosional penuh makna dengan visual memukau, ada satu hal yang membuat Herdling terasa kurang menggigit: tingkat kesulitannya terlalu mudah.
Baca juga: Review Awal The Rogue Prince of Persia: Parkour yang Memukau, tapi Masih Terlalu Mirip Dead Cells?
Seperti halnya ICO atau The Last Guardian, Herdling membawamu dalam sebuah perjalanan pengawalan (escort quest) yang penuh emosi.
Bedanya, kali ini kamu tidak menjaga seorang teman atau mesin, melainkan sekelompok makhluk ajaib bernama Calicorns.
Hewan ramuan antara kambing gunung dan yak ini memiliki tanduk indah, bulu berwarna-warni, serta kekuatan magis yang misterius.
Tujuanmu sederhana: menggiring kawanan ini dari pinggiran kota distopia menuju puncak pegunungan yang megah.
Sepanjang perjalanan, kamu akan menemui berbagai rintangan, mulai dari teka-teki ringan hingga makhluk berbahaya yang sensitif terhadap suara.
Sayangnya, meski menghadirkan desain makhluk menyeramkan seperti burung predator bertopeng dengan tatapan kosong yang menusuk, bagian stealth Herdling justru terasa terlalu gampang.
Bahkan ketika kawananmu tanpa sengaja menjatuhkan tumpukan batu yang seharusnya membangunkan musuh, konsekuensinya minim.
Jika dibandingkan dengan seri FAR, puzzle di Herdling juga tidak memberikan kepuasan serupa.
Dalam FAR, kamu merasakan sensasi menjadi insinyur kecil yang mengoperasikan mesin raksasa penuh teka-teki.
Di Herdling, puzzle hanya sebatas menarik tuas dan masalah langsung terselesaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net