System Shock 2(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Buat kamu yang sudah tidak sabar memainkan versi remaster System Shock 2 di konsol, ada kabar kurang menyenangkan.
Nightdive Studios secara resmi mengumumkan bahwa perilisan game ini untuk platform PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X/S, dan Nintendo Switch akan mengalami penundaan.
Namun jangan khawatir, penundaannya hanya berlangsung beberapa minggu saja, dan versi PC tetap rilis sesuai jadwal!
Baca juga: System Shock 2 Remaster Resmi Dikonfirmasi Hadir di Platform Baru
Awalnya, Nightdive menjadwalkan System Shock 2: 25th Anniversary Remaster rilis serentak di semua platform pada 26 Juni 2025.
Tapi dalam pernyataan resmi di media sosial, pihak studio mengatakan mereka mengalami sejumlah masalah teknis yang belum dijelaskan secara rinci, sehingga perilisan versi konsol harus ditunda.
"Versi konsol mengalami kendala yang membuat kami tidak bisa meluncurkannya sesuai jadwal. Tapi kami sedang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin," tulis Nightdive.
Mereka menargetkan rilis versi konsol pada dua minggu pertama bulan Juli 2025, dan berjanji akan memberikan pembaruan jadwal pasti sesegera mungkin.
Bagi kamu yang main di PC, tenang saja. System Shock 2: 25th Anniversary Remaster tetap meluncur 26 Juni di berbagai platform digital seperti Steam, GOG, Epic Games Store, dan Humble Store.
Game ini merupakan proyek remaster lanjutan dari System Shock Remake (2023) yang mendapatkan banyak pujian, dan hadir dengan peningkatan visual dan fitur modern.
Versi remaster ulang tahun ke-25 ini menawarkan banyak peningkatan penting, di antaranya:
Baca juga: Game Baru Xbox Game Pass Juni 2025: Dari FBC: Firebreak hingga Rematch dan Warcraft Remastered
Meski dipoles dengan teknologi modern, game ini tetap mempertahankan cerita klasik dari versi aslinya tahun 1999. Di System Shock 2, kamu akan menjelajahi kapal luar angkasa Von Braun di tahun 2114.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net