INDOZONE.ID - Pasar tablet dunia, khususnya di Amerika Serikat, selama ini didominasi dua nama besar yaitu Apple dan Samsung. Tapi belakangan ini, peta persaingan mulai bergeser.
Lenovo tantang dominasi Apple dan Samsung lewat gebrakan barunya yang cukup mencuri perhatian—terutama karena strategi harga yang bikin kompetitor panas dingin.
Baca Juga: Lenovo Hadirkan Lenovo 100M Sebagai Proyektor Ramah di Kantong, Apa Saja Kelebihannya?
Idea Tab Pro: Tablet Kencang dengan Harga Nggak Bikin Kantong Jebol
Langkah berani Lenovo terlihat jelas lewat peluncuran produk terbarunya, Idea Tab Pro. Tablet ini hadir dengan layar 12,7 inci, resolusi 2944 x 1840 piksel, dan refresh rate 144Hz.
Spek ini nggak main-main, bahkan bisa dibandingkan dengan perangkat flagship milik brand besar lain.
Baca Juga: Lenovo Dikabarkan Sedang Siapkan Tablet Gaming Compact dengan Snapdragon 8 Elite
Menariknya, harga tablet ini cuma sekitar $390. Bandingin aja sama Galaxy Tab S10 FE+ dari Samsung yang dijual di kisaran $650.
Dari sini kelihatan banget kalau Lenovo serius main di kelas premium tapi tetap terjangkau.
Kombinasi spek tinggi dan harga kompetitif bikin produk ini langsung disorot banyak media dan penggemar teknologi.
Produsen Tiongkok Mulai Ambil Alih Spotlight
Bukan cuma Lenovo yang lagi tancap gas. Di level global, merek Tiongkok kayak Xiaomi dan Huawei juga tunjukin pertumbuhan yang agresif.
Tahun 2024, Xiaomi mencatat lonjakan pertumbuhan tahunan sebesar 73%, Huawei naik 29%, dan Lenovo sendiri tumbuh 12%.
Tren ini jadi bukti kalau produsen asal Tiongkok makin pede dan mampu bersaing di level atas.
Dengan strategi yang pas dan produk yang relevan, mereka pelan-pelan menyaingi dominasi Apple dan Samsung yang udah bertahun-tahun nyaman di puncak.
Baca Juga: Lenovo Idea Tab Pro Resmi Rilis di India, Tawarkan Pengalaman Multimedia Maksimal: Secanggih Apa?
Apple Masih Terdepan, Tapi Tekanan Semakin Nyata
Data terbaru nunjukin Apple masih jadi pemimpin pasar tablet global dengan penguasaan 38,6% pada tahun 2024. Samsung ada di posisi kedua dengan 18,8%.
Tapi lihat siapa yang mulai mengejar: Huawei (7,3%), Lenovo (7,1%), dan Xiaomi (6,2%). Angka ini bisa berubah cepat kalau para pesaing terus naik performanya.
Strategi Lenovo: Inovasi Tanpa Bikin Dompet Menangis
Baca Juga: Lenovo IdeaPad Slim 5X: Laptop Snapdragon Terjangkau dengan Performa Keren!
Kunci sukses Lenovo sebenarnya sederhana: berani inovasi dan pintar ngatur harga. Buat banyak orang, punya perangkat canggih nggak harus mahal.
Di sinilah Lenovo berhasil narik perhatian. Produk yang berkualitas, tapi tetap realistis dari sisi harga, bikin banyak orang beralih dari brand besar yang selama ini jadi pilihan utama.
Pemain Lama Harus Lebih Gesit
Baca Juga: Lenovo Yoga Slim 9i: Spesifikasi, Fitur Unggulan dan Harga di Indonesia
Dengan tekanan yang makin besar dari pemain baru, Apple dan Samsung perlu lebih gesit lagi.
Nggak cukup cuma mengandalkan nama besar, mereka juga harus mulai dengerin pasar dan kasih sesuatu yang lebih kompetitif, baik dari segi teknologi maupun harga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PhoneArena.com