INDOZONE.ID - Pengguna Samsung Galaxy sering melihat animasi lingkaran berwarna hijau, teal, dan biru ketika mengisi baterai perangkat mereka.
Animasi ini bukan sekadar dekorasi, tetapi juga menunjukkan kecepatan pengisian daya yang sedang berlangsung.
Selain itu, ikon petir yang muncul bersama dengan lingkaran memberikan informasi tambahan tentang charging mode.
Menurut berbagai sumber termasuk halaman komunitas Samsung, animasi lingkaran berwarna ini mulai digunakan pada perangkat Samsung dengan OneUI 5.0 atau versi lebih baru.
Samsung menawarkan tiga pilihan kecepatan pengisian baterai untuk smartphone Galaxy mereka, yaitu 15 watt, 25 watt, dan 45 watt. Tiap lingkaran berbeda maknanya terkait dengan seberapa cepat ia diisi.
Baca Juga: Cara Periksa Kondisi Kesehatan Baterai di Ponsel Android
Lingkaran Hijau dan Satu Ikon Petir: Pengisian Cepat (15 watt)
Pada saat pengisian daya, smartphone menampilkan warna hijau untuk menandakan sedang diisi dengan daya 15 watt.
Kecepatan pengisian tersebut dianggap biasa untuk sejumlah perangkat Samsung, terutama yang ada dalam kategori entry-level.
Apabila sebuah ponsel mempunyai baterai 5.000 mAh dan menggunakan pengisian cepat 15 watt, estimasi waktu pengisian dari 0 hingga 100 persen adalah sekitar 2 jam 30 menit.
Jika tidak menggunakan charger atau kabel yang mendukung kecepatan lebih tinggi, pengguna sering kali akan menggunakan pengisian cepat 15 watt secara otomatis.
Hal ini juga bisa terjadi jika fast charging pada ponsel dimatikan.
Baca Juga: Capek Baterai Hp Boros? Ikuti 5 Tips Simpel Ini biar Lebih Awet
Lingkaran Teal dan Dua Ikon Petir: Super Fast Charging (25 watt)
Ketika animasi lingkaran berubah menjadi warna teal dan menunjukkan dua ikon petir, hal tersebut menandakan bahwa perangkat sedang dalam proses pengisian daya menggunakan mode Super Fast Charging dengan kecepatan 25 watt.
Dengan kapasitas yang sama, baterai berukuran 5.000 mAh dapat terisi sepenuhnya dalam kisaran waktu 80 hingga 100 menit.
Mayoritas smartphone Samsung, baik yang termasuk kelas menengah maupun flagship, saat ini memiliki fitur pengisian daya cepat 25 watt.
Fitur ini kini menjadi norma pada perangkat Samsung Galaxy terbaru, menawarkan pengisian daya yang lebih cepat dan efisien daripada kecepatan 15 watt.
Baca Juga: 5 Tips Jaga Kesehatan Baterai Hp Kamu: Biar Dikit-dikit Gak Ngecas!
Lingkaran Biru dan Dua Ikon Petir: Super Fast Charging 2.0 (45 watt)
Cara pengisian yang paling cepat dapat dikenali dengan gambar animasi lingkaran berwarna biru dan dua ikon petir, yang menunjukkan bahwa perangkat sedang mengisi daya dengan cepat sebesar 45 watt, atau yang disebut Super Fast Charging 2.0.
Dengan baterai berkapasitas 5.000 mAh dan fitur pengisian daya, baterai bisa diisi penuh hanya dalam rentang waktu sekitar 50 hingga 60 menit.
Tetapi, tidak semua perangkat Samsung memiliki kemampuan untuk menangani kecepatan tersebut.
Fitur pengisian daya 45 watt biasanya hanya ditemukan pada smartphone kelas atas, seperti Samsung Galaxy S24 Ultra dan S23 Ultra.
Agar bisa memanfaatkan fitur tersebut sepenuhnya, pengguna perlu menggunakan adaptor dan kabel yang dapat mengisi daya hingga 45 watt.
Baca Juga: Apa Itu Bypass Charging dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Pengisian Daya
Walau sebagian ponsel Samsung sangat cepat dalam pengisian daya, terdapat situasi di mana perangkat tidak dapat mencapai kecepatan penuhnya:
- Jika pengguna tidak menggunakan adaptor atau kabel yang mendukung pengisian 25 watt atau 45 watt, perangkat akan mengisi daya dengan kecepatan default 15 watt. Bukti visual dari pengisian daya terlihat melalui animasi lingkaran hijau yang ditampilkan.
- Fitur pengisian cepat dimatikan: Secara default, fitur ini diaktifkan pada ponsel Samsung. Namun demikian, fitur ini dapat dinonaktifkan melalui pengaturan. Pengguna bisa memeriksa apakah fitur tersebut sudah diaktifkan dengan masuk ke menu Setting > Battery > Charging Settings > Fast Charging (enable).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dagens.com, Support.anker.com