Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Intel tengah bersiap membeli perusahaan semikonduktor asal Israel bernama Tower Semiconductor sebesar 6 miliar dolar AS atau setara Rp85,8 triliun.
Saat ini, kedua perusahaan masih dalam tahap negosiasi. Kesepakatan itu akan dinyatakan berhasil atau tidak pada pekan depan dan jika berhasil maka Intel akan memperluas pasar penjualan chip miliknya.
Menurut laporan Reuters, Selasa (15/2/2022), Intel ingin memasuki pasar pembuatan chip dengan kontrak bersaing dengan perusahaan asal Taiwan, TSMC.
Selama ini, pasar pembuatan chip dengan kontrak didominasi oleh TSMC termasuk di tengah masalah global krisis semikonduktor.
Baca Juga: Meta Digugat Kejakasaan Agung Texas, Ternyata Ini Penyebabnya
Intel tampaknya memilih Tower Semiconductor karena saat ini perusahaan itu memiliki kinerja yang meningkat, hal itu terlihat dari sahamnya di lantai bursa AS yang melonjak hingga 53 persen.
Sama seperti TSMC, Tower Semiconductor juga mengkhususkan diri pada pembuatan chip yang digunakan untuk industri otomotif, seluler, medis, dan penerbangan.
Secara keseluruhan, perusahaan itu memiliki nilai pasar sebesar 3,6 miliar dolar AS atau setara Rp51.5 triliun di perdagangan saham.
Rencana memperbesar kapasitas bisnis Intel terlihat dari keputusan lainnya di Januari 2022.
Intel secara gamblang menyatakan rencananya menginvestasikan 100 miliar dolar AS atau setara Rp1,4 kuadraliun (Rp1.431 triliun) untuk mendirikan perusahaan chip di Ohio sebagai perusahaan chip terbesar di dunia.
Pengumuman itu juga diiringi ambisi Intel untuk mengurangi ketergantungan industri di AS kepada para pembuat chip dari Asia.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: