Baru-baru ini Apple telah mengeluarkan laporan keuangan perusahaan. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs tersebut mengakui bahwa penjualan dari iPhone sedang mengalami penurunan.
Memang di kuartal I 2019 ini pendapatan dari iPhone sudah menembus angka USD 32,05 miliar. Namun penjualan dari seri smartphone Apple tersebut merosot sebesar 17%. Hal ini mengungkapkan bahwa minat konsumen terhadap iPhone semakin menurun.
Apple sendiri telah mengatakan bahwa pendapatan dan juga laba dari penjualan iPhone akan berkurang di tahun ini. Hal tersebut disebabkan karena munculnya vendor-vendor lokal yang memberikan tekanan bagi Apple untuk menjual seri-seri iPhone miliknya.
Namun Apple mengatakan bahwa tingkat penjualan iPhone akan kembali normal setelah mereka meluncurkan iPhone barunya pada bulan September mendatang. Mereka percaya tingkat penjualan mereka akan normal kembali sebab adanya terobosan besar yang dihadirkan di iPhone baru tersebut.
Selain itu, Apple juga akan meningkatkan fokusnya untuk mengembangkan layanan dan juga software. Sehingga Apple tidak akan terus menerus menopang kepada iPhone saja.
Memang di kuartal I 2019 ini pendapatan dari iPhone sudah menembus angka USD 32,05 miliar. Namun penjualan dari seri smartphone Apple tersebut merosot sebesar 17%. Hal ini mengungkapkan bahwa minat konsumen terhadap iPhone semakin menurun.
Apple sendiri telah mengatakan bahwa pendapatan dan juga laba dari penjualan iPhone akan berkurang di tahun ini. Hal tersebut disebabkan karena munculnya vendor-vendor lokal yang memberikan tekanan bagi Apple untuk menjual seri-seri iPhone miliknya.
Namun Apple mengatakan bahwa tingkat penjualan iPhone akan kembali normal setelah mereka meluncurkan iPhone barunya pada bulan September mendatang. Mereka percaya tingkat penjualan mereka akan normal kembali sebab adanya terobosan besar yang dihadirkan di iPhone baru tersebut.
Selain itu, Apple juga akan meningkatkan fokusnya untuk mengembangkan layanan dan juga software. Sehingga Apple tidak akan terus menerus menopang kepada iPhone saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber:
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU