INDOZONE.ID - Tidak semua smartphone kelas menengah mampu bertahan relevan hingga tiga tahun setelah dirilis. Namun, Samsung Galaxy A54 termasuk salah satu pengecualian.
Meski meluncur pada Maret 2023, perangkat ini masih sering masuk radar calon pembeli yang mencari ponsel dengan fitur lengkap tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Lalu di tahun 2026, apakah Galaxy A54 masih layak dibeli?
Desain yang Belum Terlihat Tua
Salah satu alasan Galaxy A54 masih menarik adalah, desainnya yang relatif awet terhadap perubahan tren.
Samsung menggunakan panel kaca Gorilla Glass 5 di bagian depan dan belakang, dipadukan dengan frame plastik yang tetap terasa solid saat digenggam.
Dengan ketebalan 8,2 mm dan bobot 202 gram, ponsel ini memang tidak bisa disebut ringan. Namun ukuran tersebut memberikan kesan kokoh yang masih terasa premium hingga sekarang.
Baca juga: Cetak Skor AnTuTu Tinggi, vivo V70 Sukses Saingi Samsung Galaxy A57?
Keunggulan lain yang sering terlupakan adalah sertifikasi IP67. Fitur ini membuat Galaxy A54 tahan terhadap debu dan mampu bertahan di air hingga kedalaman satu meter selama 30 menit.
Bahkan pada 2026, tidak semua smartphone kelas menengah menawarkan perlindungan seperti ini.
Layar Masih Jadi Salah Satu Nilai Jual Utama
Samsung sudah lama dikenal unggul dalam urusan layar, dan Galaxy A54 menjadi salah satu buktinya.
Ponsel ini menggunakan panel Super AMOLED berukuran 6,4 inci dengan resolusi 1080 x 2340 piksel serta refresh rate 120Hz.
Kombinasi tersebut menghasilkan tampilan yang tajam, responsif, dan nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari media sosial hingga streaming video.
Dukungan HDR10+ juga membuat pengalaman menonton terasa lebih hidup ketika menikmati konten yang kompatibel.
Menariknya, tingkat kecerahan layar yang diukur mencapai sekitar 980 nits, sangat dekat dengan klaim 1.000 nits dari Samsung.
Artinya, layar tetap mudah dibaca meskipun digunakan di bawah sinar matahari langsung. Di tahun 2026, kualitas layar seperti ini masih mampu bersaing dengan banyak perangkat baru di kelas harga yang sama.
Performa Memang Bukan yang Tercepat, Tapi Masih Mumpuni
Galaxy A54 ditenagai chipset Exynos 1380 berbasis fabrikasi 5 nm yang dipadukan dengan RAM hingga 8 GB dan penyimpanan internal hingga 256 GB.
Jika kapasitas tersebut dirasa kurang, pengguna masih bisa menambah ruang penyimpanan melalui kartu microSD. Berdasarkan pengujian, perangkat ini mampu mencatat skor AnTuTu lebih dari 500 ribu poin.
Angka tersebut memang tidak lagi tergolong tinggi untuk standar 2026, tetapi masih cukup untuk menjalankan aplikasi sehari-hari dengan lancar.
Browsing, media sosial, streaming, navigasi, hingga multitasking ringan masih bisa dijalankan tanpa kendala berarti. Dukungan jaringan 5G juga membuatnya tetap relevan untuk beberapa tahun ke depan.
Baca juga: 5 HP Baterai Tahan Lama 2026, Lebih Awet dari Samsung Galaxy S26 Ultra
Untuk gaming, Galaxy A54 masih dapat menjalankan banyak judul populer. Hanya saja, pengguna mungkin perlu menyesuaikan pengaturan grafis agar pengalaman bermain tetap stabil pada game yang lebih berat.
Kamera yang Tetap Kompetitif
Di sektor fotografi, Samsung membekali Galaxy A54 dengan kamera utama 50 MP yang sudah didukung Optical Image Stabilization (OIS). Kamera ini ditemani lensa ultrawide 12 MP dan kamera makro 5 MP.
Keberadaan OIS menjadi nilai penting karena membantu menghasilkan foto yang lebih stabil sekaligus meningkatkan kualitas perekaman video.
Kamera belakangnya mampu merekam video hingga resolusi 4K pada 30 fps dengan dukungan gyro-EIS untuk membantu mengurangi guncangan.
Untuk kebutuhan selfie, tersedia kamera depan 32 MP yang juga mampu merekam video 4K. Fitur ini masih tergolong menarik, terutama bagi pengguna yang aktif membuat konten untuk media sosial.
Meski teknologi kamera smartphone terus berkembang, konfigurasi yang dimiliki Galaxy A54 masih cukup kuat untuk kebutuhan fotografi harian pada 2026.
Baterai Besar dengan Daya Tahan yang Baik
Galaxy A54 dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh, kapasitas yang hingga kini masih menjadi standar ideal untuk penggunaan sehari penuh.
Dalam pengujian, perangkat ini mencatat endurance rating hingga 119 jam dengan active use score sekitar 11 jam 15 menit.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa daya tahan baterainya masih tergolong baik untuk aktivitas normal seperti browsing, streaming, dan komunikasi.
Satu-satunya hal yang mulai terasa tertinggal adalah kecepatan pengisian dayanya.
Samsung hanya menyematkan dukungan fast charging 25W, sementara banyak pesaing yang kini menawarkan pengisian daya jauh lebih cepat.
Baca juga: Intip Bocoran dan Tanggal Rilis Samsung Galaxy S26 FE: Layak Ditunggu?
Meski demikian, untuk pengguna yang lebih mengutamakan ketahanan baterai dibanding kecepatan isi ulang, hal ini mungkin bukan masalah besar.
Masih Layak Dibeli di 2026?
Jika dilihat secara menyeluruh, Samsung Galaxy A54 masih memiliki banyak keunggulan yang membuatnya relevan di tahun 2026.
Layarnya tetap berkualitas tinggi, desainnya belum terasa usang, kameranya masih kompetitif, baterainya awet, dan dukungan pembaruan Android hingga empat generasi membuat umur pakainya lebih panjang dibanding banyak rival pada masanya.
Memang ada beberapa aspek yang mulai tertinggal, terutama performa chipset dan kecepatan pengisian daya.
Namun selama harganya berada di kisaran yang masuk akal, Galaxy A54 masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari smartphone seimbang tanpa harus mengeluarkan anggaran besar.
Singkatnya, Galaxy A54 bukan lagi raja di kelas menengah. Tetapi sebagai perangkat harian yang lengkap dan nyaman digunakan, ponsel ini masih sangat layak untuk dipertimbangkan pada 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gsmarena