INDOZONE.ID - Bagi sebagian besar pencinta gadget di Indonesia, nama Itel Mobile pasti sudah tidak asing lagi.
Merek ini mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat berkat keberaniannya merilis ponsel pintar berspesifikasi tinggi, seperti RAM besar dan memori internal lega, namun dibanderol dengan harga yang sangat murah.
Kehadiran lini produknya yang ramah kantong ini tak pelak memicu rasa penasaran besar di kalangan konsumen, memunculkan pertanyaan: sebenarnya dari mana asal merek Itel Mobile ini?
Berpusat di Shenzhen, China
Bagi kamu yang penasaran, Itel Mobile adalah perusahaan pengembang telepon seluler global yang secara resmi didirikan pada tahun 2013.
Baca juga: 36 Tim Berebut Tiket Grand Finals FFNS 2026 Fall, Play-Ins Jadi Penentuan di Yogyakarta
Kantor pusat operasional perusahaan teknologi ini terletak di kota Shenzhen, China.
Kota Shenzhen selama ini memang dikenal luas sebagai salah satu pusat ekosistem teknologi dan manufaktur elektronik terbesar di dunia.
Meskipun memiliki manajemen tersendiri, Itel Mobile tidak berdiri sendirian.
Dalam struktur korporasinya, Itel berada di bawah naungan Transsion Holdings.
Baca juga: Turun Harga! Ini HP Flagship Bekas Terbaik yang Masih Layak untuk Dibeli
Bagi kamu yang belum tahu, Transsion Holdings adalah raksasa teknologi asal China yang juga merupakan induk perusahaan dari dua merek smartphone populer lainnya, yaitu Infinix Mobile dan TECNO Mobile.
Strategi Ekspansi Global dari Afrika hingga Asia
Sejak pertama kali diciptakan, Itel Mobile memang sengaja didesain untuk mengembangkan dan memproduksi ponsel pintar dengan harga terjangkau guna menyasar pasar negara-negara berkembang.
Perjalanan ekspansi global mereka dimulai pada tahun 2014, di mana mereka pertama kali memasuki pasar benua Afrika, tepatnya di negara Mali, Rwanda, dan Nigeria.
Strategi tersebut terbukti sangat sukses. Pada tahun 2015, Itel mulai melebarkan sayapnya ke Asia dengan merambah pasar Bangladesh.
Baca juga: CapCut vs VN Video Editor: Mana Aplikasi Edit Video Paling Enak buat Kreator Konten di 2026?
Agresivitas mereka berlanjut di tahun 2016 dengan memasuki pasar Vietnam dan India.
Keberhasilan Itel kian nyata pada tahun 2017 setelah mereka sukses mengekspansi produknya ke lebih dari 50 negara berkembang, bahkan sempat dinobatkan sebagai salah satu dari 25 brand terfavorit di daratan Afrika.
Masuk Pasar Indonesia sejak 2020
Setelah memperkuat fondasi bisnisnya di berbagai belahan dunia, Itel Mobile akhirnya resmi menapakkan kaki di pasar Indonesia pada tahun 2020, berbarengan dengan ekspansi mereka ke Thailand dan Myanmar.
Masuknya Itel ke tanah air langsung 'merusak' harga pasar kompetitor lewat produk-produk fenomenal seperti Itel S23, Itel P40, hingga Itel A60S, yang semuanya dijual di kisaran harga 1 jutaan saja.
Walaupun produknya lahir dari pabrikan China dengan harga yang sangat murah, Itel mengklaim tetap menjaga kualitas produknya secara ketat.
Setiap unit yang diproduksi harus melewati proses pengujian dan kontrol kualitas yang terstandardisasi, demi memastikan gawai tersebut dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan dan aktivitas harian para penggunanya.
Kini, dengan rekam jejaknya yang solid sebagai bagian dari Transsion Holdings, Itel Mobile telah memantapkan posisinya sebagai penantang serius di industri gawai tanah air.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa perangkat pintar dengan spesifikasi mumpuni tidak selamanya harus ditebus dengan harga yang menguras kantong.
Bagi konsumen Indonesia, Itel tidak hanya sekadar menawarkan alternatif ponsel murah, melainkan menjadi solusi cerdas bagi mereka yang menginginkan efisiensi dana tanpa harus mengorbankan fungsionalitas harian.
Ke depan, dominasi Itel di kelas entry-level diprediksi akan semakin kuat seiring dengan tingginya permintaan pasar terhadap gawai ekonomis.
Komitmen mereka dalam menjaga standardisasi uji kualitas, dipadukan dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar negara berkembang, menjadi modal utama Itel untuk terus bersaing dengan para raksasa teknologi lainnya.
Merek asal China ini telah berhasil mengubah lanskap persaingan pasar smartphone lokal menjadi jauh lebih kompetitif dan menarik untuk terus diikuti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gadgetren.com