Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 12:10 WIB

iPhone 17 Pro Max Catat Rekor Tukar Tambah Terbanyak, Apa Penyebabnya?

Author

iPhone 17 Pro Max. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Baru beberapa bulan rilis, iPhone 17 Pro Max sudah membuat kejutan di pasar ponsel bekas. Bukannya dipakai lama, model ini justru jadi yang paling banyak masuk program tukar tambah atau trade-in.

Laporan terbaru dari SellCell menunjukkan iPhone 17 Pro Max menyumbang 11,5 persen dari 20 besar perangkat yang paling sering masuk program tukar tambah.

Angka itu naik cukup drastis. Dari sekitar 5,1 persen pada akhir November, melonjak jadi 11,5 persen di awal Februari. Dalam waktu kurang lebih tiga bulan, kontribusinya naik lebih dari dua kali lipat.

Baca juga: Infinix NOTE 60 Resmi Hadir: Layar 144Hz, Dimensity 7400 Ultimate 5G, Harga Lebih Terjangkau

Data juga menunjukkan sebanyak 86 persen unit yang ditukar tambah berada dalam kondisi sangat baik atau baik. Artinya, banyak pemilik yang menjual kembali perangkatnya tidak lama setelah membeli.

Fenomena ini cukup menarik, karena biasanya pasar tukar tambah didominasi model yang lebih lama karena jumlah penggunanya memang lebih banyak dan sudah waktunya upgrade. Tapi kali ini, justru model yang masih tergolong baru yang memimpin.

Sebagai pembanding:

  • iPhone 15 Pro Max menyumbang sekitar 7,3 persen
  • iPhone 14 Pro Max juga di angka 7,3 persen
  • iPhone 16 Pro Max dan iPhone 13 berada di kisaran 7,2 persen

Secara keseluruhan, 20 model teratas mencakup hampir setengah dari seluruh aktivitas tukar tambah di pasar.

Dari sisi harga, iPhone 17 Pro Max tercatat turun sekitar 25,4 persen sejak peluncuran dalam periode 145 hari. Penurunan ini lebih kecil dibanding iPhone 16 Pro Max yang turun sekitar 32,5 persen dalam periode yang sama. Artinya, model terbaru ini dinilai lebih mampu mempertahankan nilai jualnya.

Baca juga: Rekomendasi Charger 3-in-1 Apple Terbaik: Solusi Praktis Mudik Lebaran 2026 Tanpa Ribet!

Saat ini, rata-rata harga jual kembali iPhone 17 Pro Max dalam kondisi sangat baik berada di kisaran 967,50 dolar AS atau sekitar Rp16,3 juta.

Laporan tersebut menyebut tingginya aktivitas tukar tambah kemungkinan karena harga bekasnya masih tinggi. Jadi, sebagian pengguna melihat ini sebagai momen yang pas untuk menjual kembali perangkatnya, entah untuk upgrade ke model lain atau karena kebutuhan ekonomi.

Kombinasi hype, nilai jual kembali yang masih kuat, dan siklus upgrade cepat dari pengguna tampaknya jadi faktor utama di balik lonjakan ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU