INDOZONE.ID - WhatsApp baru saja merilis pembaruan besar untuk aplikasi Windows, tetapi banyak pengguna merasa pengalaman aplikasi kini menurun dibandingkan versi sebelumnya.
Aplikasi yang dulu ringan dan berjalan secara native sekarang berubah menjadi semacam web wrapper, pada dasarnya menjalankan WhatsApp Web di dalam jendela aplikasi.
Meta memang mengingatkan pengguna untuk login ulang, tetapi tidak menegaskan bahwa mesin internal aplikasinya berubah total.
Perubahan ini sebelumnya terlihat dalam versi Beta sejak Juli, dan kini resmi diterapkan ke seluruh pengguna, baik versi stabil maupun Beta.
Baca juga: WhatsApp Punya Fitur About Versi Terbaru, Muncul di Chat, Bisa Atur Durasi!
Dampak Performa: Lebih Berat, Lebih Lambat, dan Tidak Seresponsif Dulu
Dari sisi performa, ini terasa sebagai langkah mundur. Aplikasi WhatsApp yang lama terkenal ringan, dapat menangani banyak percakapan hanya dengan sekitar 80–100MB RAM.
Namun kini versi baru bisa mengonsumsi lebih dari 300MB RAM hanya untuk memulai.
Karena berjalan layaknya browser, aplikasi terasa lebih berat, mengalami stutter saat berganti chat, dan merusak kelancaran multitasking.
Bahkan banyak pengguna mengeluh bahwa WhatsApp kini terasa seperti berjalan pada framerate rendah , bukan lagi aplikasi ringan yang bisa dibiarkan terbuka sepanjang hari.
Dampak pada Pengguna: Bikin Workflow dan Produktivitas Jadi Terganggu
Bagi pengguna yang mengandalkan WhatsApp untuk pekerjaan sehari-hari atau koordinasi chat real-time, perubahan ini sangat terasa.
Salah satu keluhan yang cukup besar: aplikasi sekarang tidak bisa dikecilkan menjadi panel tipis di samping layar.
Dulu, banyak orang menjaga jendela WhatsApp tetap kecil di sebelah kanan monitor sambil bekerja di aplikasi lain.
Kini, itu tidak bisa lagi dilakukan dengan fleksibel. Ditambah lagi, lag saat beralih dari satu obrolan ke lainnya membuat pengalaman terasa lamban dan kurang nyaman.
Apa Motivasi Meta dan Apa yang Mungkin Terjadi Berikutnya?
Meta belum menyampaikan komentar resmi terkait keluhan kinerja dari pengguna.
Namun perubahan ini jelas memberi keuntungan bagi perusahaan: mengembangkan satu platform berbasis web jauh lebih murah dan lebih mudah diperbarui dibandingkan memelihara aplikasi native khusus Windows.
Secara teori, ini akan mempercepat rilis fitur baru karena sinkron dengan WhatsApp Web. Namun semua itu tidak berarti banyak kalau performanya lambat.
Sekarang, pengguna Windows hanya bisa berharap Meta melakukan optimalisasi ke depannya, karena jika tidak, versi browser berbaju aplikasi ini bisa menjadi standar baru yang tidak diinginkan.
Baca juga: WhatsApp di iPhone Akan Hadirkan Fitur Multi-Akun, Lebih Praktis untuk Kerja & Personal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com