INDOZONE.ID - Qualcomm akhirnya buka suara soal rencananya untuk lini flagship Samsung berikutnya.
Dalam laporan keuangannya baru-baru ini, perusahaan mengungkap bahwa mereka akan memasok chip untuk sekitar 75% dari seri Galaxy S26.
Langkah ini sekaligus menepis rumor bahwa Exynos akan kembali mendominasi ponsel premium Samsung di tahun depan.
Baca juga: Xiaomi Civi 5 Pro Pakai Chipset Terbaru Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4, Performa Meningkat Drastis
Qualcomm Jadi Mayoritas, Exynos Masih Ikut Bermain
Dalam earnings call resmi, Qualcomm menyebut angka 75% sebagai perkiraan awal untuk porsi chipset Snapdragon di seri Galaxy S26.
Artinya, meski Exynos masih akan digunakan, perannya bakal lebih terbatas — kemungkinan hanya pada beberapa model tertentu atau di wilayah pasar spesifik.
Samsung sendiri belum mengonfirmasi detail pembagian model (SKU) antara Snapdragon dan Exynos, namun tren ini menunjukkan bahwa Qualcomm kembali memegang kendali besar dalam performa lini Galaxy flagship.
Kenapa Ini Penting untuk Pengguna Galaxy?
Pemilihan chipset bukan hanya soal kecepatan, tapi juga mempengaruhi pengalaman penggunaan harian.
Dengan Snapdragon mendominasi hingga 75%, pengguna Galaxy S26 di seluruh dunia akan mendapat pengalaman performa yang lebih konsisten, baik dalam hal:
- Kinerja CPU dan GPU,
- Kualitas koneksi modem 5G,
- Kemampuan AI di perangkat, dan
- Efisiensi daya serta suhu saat bermain game.
Sebagai perbandingan, Galaxy S25 series sebelumnya juga menggunakan Snapdragon secara penuh, dan hasilnya cukup positif dengan performa yang merata di semua wilayah.
Selain itu, fitur AI berbasis perangkat (on-device AI) akan lebih seragam karena menggunakan arsitektur NPU dan software stack yang sama di semua model.
Bagi Qualcomm sendiri, porsi besar ini berarti peningkatan pendapatan dan margin yang lebih stabil dari lini smartphone premium.
Dampaknya bagi Kamu yang Ingin Upgrade
Buat kamu yang sering mengganti ponsel tiap tahun, keseragaman chipset ini kabar baik.
Dengan mayoritas unit Galaxy S26 memakai Snapdragon, maka:
- Performa kamera dan sistem pendingin (thermal) akan lebih konsisten,
- Ulasan (review) tidak lagi terpecah karena perbedaan chipset,
- Komunitas custom ROM dan aksesori akan lebih fokus mendukung versi Snapdragon, dan
- Nilai jual kembali (resale value) bisa jadi lebih stabil karena spesifikasi lebih mudah dikenali pasar.
Intinya, keputusan Qualcomm dan Samsung ini bikin pengalaman pengguna Galaxy jadi lebih transparan dan mudah diprediksi.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Dengan target 75% tersebut, Qualcomm berpotensi menggeser arah industri Android premium secara keseluruhan.
Pengembang aplikasi kemungkinan akan mengoptimalkan fitur AI dan kamera terlebih dulu untuk Snapdragon, sementara produsen pesaing akan berfokus pada efisiensi daya dan kestabilan modem demi menandingi performanya.
Ketika Samsung Galaxy S26 resmi diluncurkan tahun depan, publik tentu akan menantikan detail chipset di setiap model — termasuk perbandingan performa antara varian Snapdragon dan Exynos.
Namun untuk saat ini, tanda-tandanya cukup jelas: Snapdragon masih jadi otak utama di balik flagship Galaxy generasi berikutnya.
Baca juga: Qualcomm Hadirkan Snapdragon 7 Gen 4 dengan AI & Gaming Lancar Tanpa Kompromi!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com