INDOZONE.ID - Samsung Galaxy J6 Plus pernah menjadi salah satu pilihan populer di segmen menengah bawah, saat dirilis pada 2018.
Namun, seiring berkembangnya teknologi, muncul pertanyaan baru, apakah ponsel ini masih layak digunakan di tahun ini, atau sudah saatnya beralih ke model entry-level terbaru?
Artikel ini akan mengulas performa, desain, dan fitur Galaxy J6 Plus dibandingkan dengan ponsel entry-level masa kini, untuk membantu menentukan apakah layak bertahan atau perlu upgrade.
Desain yang Masih Tahan Waktu
Dilansir dari GSMArena, Samsung Galaxy J6 Plus hadir dengan bodi plastik berlapis glossy yang menyerupai kaca, memberikan kesan elegan meski berbahan dasar polikarbonat.
Baca juga: Redmi 13C Rilis Global, Ponsel Entry Level dengan Spek dan Harga Menggiurkan
Desain ini sempat menjadi ciri khas ponsel Samsung di masa itu. Tetapi di zaman sekarang, banyak orang yang lebih memilih desain yang full screen dan material yang kokoh.
Layar berukuran 6.0 inci beresolusi 720 x 1480 piksel dengan panel IPS LCD, masih terlihat cukup baik untuk penggunaan harian. Rasio 18.5:9 juga memberi tampilan luas untuk menonton video atau bermain gim ringan.
Namun, jika dibandingkan dengan layar Full HD+ yang kini menjadi standar pada ponsel entry-level, tampilan J6 Plus tampak sedikit tertinggal dalam ketajaman dan kontras warna.
Performa yang Tidak Lagi Kompetitif
Samsung Galaxy J6 Plus dibekali chipset Qualcomm Snapdragon 425, prosesor quad-core yang pada masanya cukup andal untuk aktivitas dasar.
Namun, seiring waktu, performanya mulai terasa terbatas, terutama untuk multitasking atau aplikasi berat.
Ponsel ini hadir dalam dua varian RAM, yakni 3GB dan 4GB, dengan penyimpanan internal hingga 64GB yang masih bisa diperluas menggunakan microSD.
Saat dibandingkan dengan ponsel entry-level terbaru seperti Samsung Galaxy A05 atau Redmi 13C, yang sudah memakai chipset Helio G85 atau Snapdragon 680, performa J6 Plus jelas tertinggal jauh.
Kapasitas baterai 3300 mAh tergolong kecil untuk standar saat ini. Dengan penggunaan intensif, daya tahan baterainya mungkin hanya cukup untuk setengah hari.
Apalagi, belum ada dukungan pengisian cepat (fast charging), sehingga waktu pengisian menjadi lebih lama dibandingkan dengan ponsel modern.
Baca juga: HP Murah Tapi Tahan Lama, Samsung Galaxy A07 4G Punya Baterai Jumbo dan Layar 90Hz!
Kamera yang Mulai Tertinggal
Di sektor fotografi, Samsung Galaxy J6 Plus membawa konfigurasi kamera ganda 13 MP (utama), dan 5 MP (sensor kedalaman).
Pada masanya, fitur Live Focus yang mampu menghasilkan efek bokeh cukup menarik.
Namun, kualitas hasil foto kini terasa kurang tajam dan detail, ketika dibandingkan dengan kamera ponsel entry-level terbaru yang telah memiliki sensor hingga 50 MP.
Kamera depannya beresolusi 8 MP, cukup baik untuk selfie dengan pencahayaan memadai, tetapi belum mendukung perekaman video beresolusi tinggi.
Saat ponsel-ponsel baru kini mampu merekam hingga 1080p 60fps atau bahkan 4K, kemampuan kamera J6 Plus terasa terbatas bagi pengguna yang gemar membuat konten visual.
Sistem Operasi yang Sudah Ketinggalan Zaman
Samsung Galaxy J6 Plus berjalan dengan sistem operasi Android 8.1 (Oreo) yang kemudian bisa diperbarui hingga Android 10.
Antarmuka One UI versi awal memberikan pengalaman penggunaan yang sederhana dan efisien. Namun, tanpa pembaruan lebih lanjut, keamanan dan kompatibilitas aplikasi mulai menurun.
Sementara itu, ponsel entry-level keluaran terbaru kini rata-rata sudah menggunakan Android 14 dengan One UI Core 6.0 yang lebih modern dan efisien.
Sistem terbaru ini menawarkan fitur privasi, mode hemat daya yang lebih baik, serta dukungan pembaruan jangka panjang.
Baca juga: Samsung Galaxy A17 5G Segera Hadir dengan Layar Super AMOLED dan Dukungan Update 6 Tahun
Dengan perbedaan ini, pengguna J6 Plus mungkin akan menghadapi keterbatasan saat menjalankan aplikasi baru.
Harga yang Kini Turun Drastis
Seiring berjalannya waktu, harga Samsung Galaxy J6 Plus di pasar bekas kini sangat terjangkau, bahkan di bawah dua juta rupiah.
Bagi pengguna yang hanya membutuhkan ponsel untuk komunikasi dasar dan media sosial ringan, J6 Plus masih bisa digunakan.
Namun, dengan harga sedikit lebih tinggi, ponsel entry-level baru menawarkan performa, baterai, dan kamera yang jauh lebih baik.
Hal ini membuat banyak pengguna mulai mempertimbangkan upgrade untuk mendapatkan pengalaman penggunaan yang lebih lancar dan efisien.
Pengalaman Penggunaan yang Tetap Nyaman untuk Aktivitas Ringan
Meskipun sudah berusia lebih dari lima tahun, Samsung J6 Plus masih mampu menjalankan tugas-tugas dasar seperti menelepon, mengirim pesan, browsing, dan menggunakan aplikasi ringan.
Interface Samsung yang ramah pengguna juga membantu memberikan pengalaman yang cukup stabil.
Namun, bagi pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus atau bermain gim berat, performanya tentu tidak lagi bisa diandalkan.
Baca juga: Samsung Galaxy A06 5G Muncul di Geekbench, Ungkap Spesifikasi Utama
Keterbatasan prosesor dan RAM membuat ponsel ini mudah mengalami lag atau hang.
Daya Tarik Nostalgia di Tengah Inovasi Baru
Bagi sebagian orang, Samsung J6 Plus memiliki nilai nostalgia tersendiri. Desainnya yang khas dan logo Samsung yang terpampang elegan di bagian belakang, masih memberikan kesan klasik.
Meski begitu, perkembangan teknologi membuat ponsel-ponsel baru terasa jauh lebih unggul dalam segala aspek.
Beberapa pengguna memilih untuk tetap mempertahankan J6 Plus sebagai perangkat kedua, sementara yang lain mulai beralih ke seri Galaxy A atau M terbaru untuk mendapatkan performa lebih optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gsmarena