INDOZONE.ID - Setelah resmi diluncurkan di Indonesia pada November 2024, Samsung Galaxy Ring berhasil menarik perhatian dengan konsepnya yang berbeda dari perangkat wearable lainnya. Cincin cerdas ini mengundang beragam opini, mulai dari antusiasme hingga skeptisisme mengenai manfaat dan kepraktisannya.
Samsung Galaxy Ring hadir dengan desain yang menarik dan fungsional. Meskipun ukurannya sedikit lebih besar daripada cincin biasa, perangkat ini tetap nyaman dipakai. Dibuat dari bahan titanium, Galaxy Ring memberikan kesan ringan dan kuat, serta dilengkapi dengan sertifikasi IP68, yang menjadikannya tahan terhadap air dan debu. Cincin ini juga dilengkapi berbagai sensor di dalamnya, yang menyebabkan ukurannya lebih besar dibandingkan cincin biasa.
Sebagai alat pelacak aktivitas, Galaxy Ring dapat memantau langkah, kalori, tidur, dan detak jantung. Perangkat ini secara otomatis mendeteksi aktivitas fisik, seperti berjalan dan berolahraga, tanpa memerlukan pengaturan tambahan. Salah satu fitur unggulan dari Galaxy Ring adalah pemantauan tidur yang sangat rinci, mencakup durasi, kualitas tidur, dan bahkan deteksi mendengkur.
Baca Juga: 3 Tips Produktif dan Bebas Stres dengan Samsung Galaxy Ring
Galaxy Ring juga dapat digunakan bersamaan dengan smartwatch, seperti Galaxy Watch, untuk memastikan data tidak tumpang tindih. Smartwatch akan tetap menjadi perangkat utama dalam penghitungan langkah, sementara Galaxy Ring membantu dalam pemantauan aktivitas tanpa menguras baterai smartwatch.
Galaxy Ring tersedia dalam ukuran antara 5 hingga 13, dengan pilihan warna perak, emas, dan hitam. Pemilihan ukuran cincin sangat penting karena memengaruhi presisi pelacakan. Samsung menyarankan penggunaan cincin di jari telunjuk, karena arus darah yang lebih kuat di area tersebut membuat sensor bekerja lebih efektif. Dalam 30 hari pemakaian, Galaxy Ring terbukti nyaman digunakan bahkan saat tidur.
Galaxy Ring memiliki daya tahan baterai yang impresif, dapat bertahan hingga 6 hari untuk ukuran 5-11, dan hingga 7 hari untuk ukuran 12 ke atas. Berdasarkan pengalaman, baterai perangkat ini berkurang sekitar 15-20% setiap hari, memungkinkan penggunaan selama sekitar lima hari sebelum perlu diisi ulang. Cincin ini dapat diisi ulang menggunakan casing pengisi daya kecil yang mampu mengisi daya hingga tiga kali penuh.
Baca Juga: Apple Watch Ultra 3: Teknologi Satelit dan Fitur Kesehatan Terbaru
Untuk mendukung fungsionalitasnya, Samsung menyediakan dua aplikasi utama: Samsung Health dan Galaxy Wearable. Samsung Health memungkinkan pengguna melihat data langkah, kalori, tidur, dan aktivitas lainnya, sementara Galaxy Wearable digunakan untuk menghubungkan cincin dengan ponsel pintar serta mengatur berbagai fungsi. Menariknya, semua fitur ini dapat diakses tanpa biaya tambahan atau langganan.
Galaxy Ring juga dilengkapi dengan fitur Double Pinch, yang memungkinkan pengguna untuk mematikan alarm atau mengambil foto hanya dengan mencubit cincin, tanpa perlu menyentuh ponsel.
Keunggulan utama Galaxy Ring terletak pada desainnya yang kompak dan kenyamanan saat dipakai. Pengguna tidak perlu lagi menggunakan jam tangan untuk memantau tidur, karena Galaxy Ring menawarkan kenyamanan lebih. Baterai dengan daya tahan lama juga menjadi nilai tambah. Namun, perangkat ini memiliki segmen pasar yang terbatas, karena penggunaan wearable berbentuk cincin masih belum umum.
Baca Juga: Casio Hadirkan Alternatif Oura Ring yang Justru Tanpa Teknologi Canggih
Samsung Galaxy Ring adalah inovasi menarik dalam dunia perangkat wearable. Meskipun ada beberapa skeptisisme mengenai manfaatnya, Galaxy Ring menawarkan solusi praktis bagi mereka yang menginginkan pelacakan aktivitas kesehatan tanpa menggunakan jam tangan.
Bagi pengguna Samsung yang mencari perangkat wearable dengan desain unik, Galaxy Ring bisa menjadi alternatif yang menarik dan bermanfaat. Meskipun belum begitu dikenal luas di Indonesia, cincin pintar ini dapat menjadi pilihan efisien dan praktis bagi mereka yang telah merasakan manfaatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Putu Reza