Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 16 OKTOBER 2024 • 13:25 WIB

Bahaya Tersembunyi Earphone: Hati-Hati, Bisa Ganggu Kesehatan Telinga dan Otak

Bahaya Tersembunyi Earphone: Hati-Hati, Bisa Ganggu Kesehatan Telinga dan OtakIlustrasi earphone.

INDOZONE - Earphone adalah salah satu perangkat teknologi yang sering digunakan karena telah menjadi bagian penting dari kehidupan kita.

Saat berjalan pagi, naik bus, menikmati kopi di kafe, atau melakukan panggilan di kantor, earphone biasanya menjadi teman setia.

Walaupun terlihat praktis dan tidak mengganggu orang lain, penggunaan earphone berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama pendengaran.

Risiko Kesehatan dari Penggunaan Earphone yang Berlebihan

Menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar satu miliar individu muda di berbagai belahan dunia berpotensi mengalami gangguan pendengaran karena kebiasaan mendengarkan musik dengan volume tinggi melalui earphone.

Isu utama dari menggunakan earphone adalah tingkat volume yang sangat dekat dengan telinga. Terpapar suara keras dalam waktu lama, bisa merusak sel pendengaran telinga.

 Baca Juga: Perbandingan TWS Nothing Ear vs Nothing Ear (a): Spesifikasi Mumpuni dengan Harga Beda Jauh

Bagaimana Earphone Merusak Pendengaran?

Getaran terjadi ketika gelombang suara dari earphone mencapai gendang telinga. Energi ini kemudian dialirkan ke telinga dalam, khususnya ke koklea.

Ruangan koklea berisi cairan dan memiliki ribuan rambut kecil yang bergerak ketika terkena getaran. Suara yang lebih keras, akan menghasilkan getaran lebih intens dan menyebabkan rambut-rambut ini bergerak dengan intensitas lebih besar.

Saat terus-menerus terpapar suara keras, sensitivitas rambut-rumbut menurun dan bisa mengakibatkan gangguan pendengaran sementara atau permanen.

Dampak Lain dari Penggunaan Earphone

Selain gangguan pendengaran, berikut beberapa dampak negatif lain yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan earphone:

  1. Kehilangan Pendengaran Induksi Suara (NIHL). Tidak hanya volume yang tinggi, durasi penggunaan juga berpengaruh. Paparan suara keras dalam jangka panjang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran yang diinduksi oleh suara.

  2. Tinnitus. Telinga berdenging atau tinnitus adalah kondisi yang sering terjadi akibat kerusakan pada sel rambut di koklea. Ini ditandai dengan suara berdering atau berdengung di telinga, yang dapat bersifat sementara atau permanen.

  3. Hyperacusis. Lebih dari 50 persen orang yang mengalami tinnitus juga memiliki sensitivitas yang berlebihan terhadap suara-suara normal di lingkungan. Kondisi ini dikenal sebagai hyperacusis.

  4. Infeksi Telinga. Earphone yang langsung dimasukkan ke dalam saluran telinga dapat memblokir sirkulasi udara, menciptakan lingkungan yang lembap dan memicu pertumbuhan bakteri. Penggunaan yang berlebihan juga meningkatkan risiko infeksi telinga, terutama jika earphone sering dipakai bergantian tanpa dibersihkan.

  5. Kelebihan Kotoran Telinga. Penggunaan earphone yang lama dapat memicu produksi kotoran telinga yang berlebihan, sehingga menyebabkan masalah pendengaran, telinga berdengung, dan infeksi.

  6. Sakit Telinga. Earphone yang tidak pas atau digunakan terlalu lama, dapat menyebabkan rasa sakit di sekitar telinga, bahkan menjalar ke rahang dan bagian atas kepala.

  7. Efek pada Otak. Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh earphone dapat berdampak pada otak dalam jangka panjang. Suara dengan tingkat desibel tinggi dapat merusak serat saraf yang menghubungkan telinga dengan otak, menyebabkan masalah neurologis.

Baca Juga: 3 Hp Legendaris Nokia Bakal Dihidupkan Lagi, Bisa Sekalian Charge TWS!

Cara Menghindari Kerusakan Akibat Earphone

Untuk mengurangi risiko kerusakan pendengaran akibat penggunaan earphone, beberapa langkah pencegahan berikut dapat dilakukan:

  • Jangan mengatur volume terlalu tinggi. Volume yang aman adalah sekitar 60 persen dari kapasitas maksimal perangkat.

  • Batasi durasi penggunaan. Jangan menggunakan earphone terlalu lama. Istirahatkan telinga setidaknya setiap 60 menit.

  • Gunakan earphone dengan fitur noise-cancelling. Fitur ini membantu mengurangi kebisingan lingkungan, sehingga tidak perlu meningkatkan volume suara.

  • Pilih model earphone over-the-ear. Earphone jenis ini lebih baik daripada earphone in-ear karena tidak langsung mengirim getaran suara ke saluran telinga.

  • Rutin membersihkan earphone. Sanitasi earphone secara teratur untuk menghindari penumpukan bakteri, keringat, dan kulit mati yang dapat menyebabkan infeksi.

  • Hindari penggunaan earphone saat bepergian. Lingkungan yang bising, seperti di transportasi umum, dapat meningkatkan tingkat kebisingan yang masuk ke telinga, sehingga memaksa pengguna meningkatkan volume.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Manipalhospitals.com, Citymedicals.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bahaya Tersembunyi Earphone: Hati-Hati, Bisa Ganggu Kesehatan Telinga dan Otak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!